Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Pengusaha Sawit Manaek Siahaan Kembalikan 500 Ha Lahan TNTN ke Negara

Lingkungan,

Pengusaha Sawit Manaek Siahaan Kembalikan 500 Ha Lahan TNTN ke Negara

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 15 Jul 2025 08:26
cakaplah.com
Pengusaha perkebun kelapa sawit, Manaek Siahaan, mengembalikan lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) seluas 500 hektare (Ha) yang selama ini ia kelola ke negara.

Lahan itu berlokasi di Desa Kesuma (Bukit Kesuma), Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Sebelumnya lahan itu dikelola berdasarkan sejumlah surat hibah yang diterima dari ninik mamak setempat.

Pengembalian dilakukan setelah adanya penegasan dari pemerintah pusat bahwa lahan tersebut merupakan kawasan hutan konservasi, Manaek memutuskan untuk mengembalikannya kepada negara secara sukarela.

"Saya atas nama Manaek Siahaan selaku penerima beberapa berkas surat hibah dari ninik mamak dll secara sukarela dan patuh atas perintah negara untuk mengembalikan lahan dan atau kebun kelapa sawit seluas 500 haktare yang terletak di Desa Kesuma (Bukit Kesuma)," ujar Manaek dalam pesan tertulisnya.

Pengembalian dilakukan melalui mekanisme resmi dengan menyerahkan lahan langsung ke Posko Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang berada di kompleks Kejaksaan Tinggi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Senin (14/7/2025).

Selain lahan perkebunan sawit produktif, pengusaha asal Desa Lobusiregar, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu juga menyerahkan sejumlah aset lainnya kepada negara.

Di antara aset itu adalah alat berat yang digunakan dalam pengelolaan kebun, bangunan permanen dan semi permanen dan berbagai perlengkapan rumah tangga milik para pekerja.

Manaek menyatakan kesiapannya untuk mematuhi seluruh arahan pemerintah, termasuk untuk menumbangkan seluruh pohon kelapa sawit yang ada di lahan tersebut dan menggantinya dengan tanaman kehutanan yang sesuai dengan peraturan konservasi lingkungan.

"Saya siap menerima petunjuk negara, agar semua pohon kelapa sawit tersebut ditumbangkan dan ditanami pohon/tanaman hutan lainnya," tulis Manaek.

Diketahui, konflik penguasaan lahan di TNTN telah menjadi isu lingkungan dan hukum yang kompleks selama bertahun-tahun.

Pengembalian secara sukarela ini dinilai sebagai langkah positif dalam upaya pemulihan kawasan hutan yang kritis akibat alih fungsi menjadi kebun sawit.

Pemerintah melalui Satgas PKH menyatakan akan terus melanjutkan proses penertiban dan memfasilitasi pihak-pihak yang bersedia menyerahkan lahan secara damai tanpa proses hukum pidana.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Lingkungan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.