Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Plt Gubri Lapor Soal Kebutuhan Lahan Alternatif untuk Percepat Pemulihan TNTN

Lingkungan

Plt Gubri Lapor Soal Kebutuhan Lahan Alternatif untuk Percepat Pemulihan TNTN

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Mar 2026 11:45
(FotoMediaCenterRiau)
PEKANBARU-Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan masih diperlukan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif untuk mendukung percepatan pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Pernyataan itu disampaikannya saat memaparkan perkembangan pemulihan TNTN di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026).

SF Hariyanto menjelaskan, hasil pendataan penguasaan lahan di kawasan TNTN menunjukkan sekitar 10.600 hektare dikuasai oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Hingga kini, proses relokasi yang sudah dilakukan mencapai 633 hektare dengan 227 KK yang telah dipindahkan.

“Masih tersisa kebutuhan 9.966 hektare lahan alternatif yang telah dipetakan. Tindak lanjutnya membutuhkan keputusan di tingkat nasional, dan pihak daerah siap mengawal implementasinya,” ujarnya.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pemulihan TNTN (TP2TNTN), SF Hariyanto menekankan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kepastian hukum, kehati-hatian, serta stabilitas sosial masyarakat.

Menurutnya, penyelesaian persoalan kawasan konservasi tidak boleh menimbulkan masalah sosial baru. Oleh karena itu, pendekatan dilakukan tidak hanya lewat pengamanan kawasan, tetapi juga melalui penyediaan lahan alternatif yang sah secara hukum.

Ke depan, Tim Percepatan akan menempuh tiga fokus paralel: pengamanan dan penertiban kawasan, penyediaan lahan alternatif, serta reforestasi berbasis zonasi dan pengawasan berkelanjutan.
Pemulihan TNTN ditargetkan berlangsung hingga 2028 dengan sasaran pemulihan sekitar 66.704 hektare, agar fungsi kawasan konservasi dapat kembali optimal.

SF Hariyanto menegaskan, percepatan pemulihan membutuhkan dukungan kebijakan dan pembiayaan dari pemerintah pusat agar target yang ditetapkan bisa tercapai secara efektif dan berkesinambungan.

“Pemulihan harus berjalan terukur dan terkendali. Tujuan kami adalah Tesso Nilo kembali menjadi kawasan konservasi yang utuh dan berfungsi optimal,” tegasnya. 
Sumber: (MediaCenterRiau)

Lingkungan
Berita Terkait
  • Jumat, 22 Mei 2026 13:00

    Harmoni di Tanah Balai Raja, Saat Sang Gajah dan Manusia Berbagi Ruang Kehidupan

    DURI-Malam berganti subuh di kawasan Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, namun pekatnya kecemasan belum juga beranjak dari benak Jhon Hendrik Purba. Saban waktu, detak jantungnya berpacu lebih cepat seti

  • Rabu, 18 Mar 2026 10:36

    DLHK Antisipasi Penumpukan Sampah saat Harri Raya Idulfitri

    PEKANBARU - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra SIP MSi telah mengantisipasi terjadinya lonjakan dan penumpukan sampah saat Hari Raya Idulfitri 1447 H.

  • Rabu, 18 Mar 2026 08:45

    Selamatkan Tesso Nilo, Negara Hadir Lindungi Gajah Sumatera

    PELALAWAN - Upaya penyelamatan Gajah Sumatera kian mendapat perhatian serius. Hal ini terlihat dari kunjungan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Siti Hediati Hariyadi dan Raja Juli

  • Senin, 16 Mar 2026 13:10

    Mantan Gubri Apresiasi Pengaspalan Jalan Teluk Leok dan Tobek Godang

    PEKANBARU - Setelah hampir satu dekade berada dalam kondisi rusak dan tidak tersentuh perbaikan, Jalan Teluk Leok di Kecamatan Rumbai Timur akhirnya mulai diperbaiki oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Ru

  • Senin, 16 Mar 2026 08:48

    Akhir Penantian 10 Tahun, Jalan Teluk Leok Akhirnya Mulus di Tangan Agung Nugroho

    PEKANBARU - Setelah hampir 10 tahun terbengkalai tanpa perbaikan, Jalan Teluk Leok di Kecamatan Rumbai Timur akhirnya mulai diaspal kembali sepanjang 2,5 kilometer oleh Pemerintah Kota Pekanbaru di ba

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.