Kamis, 09 Jul 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Harmoni di Tanah Balai Raja, Saat Sang Gajah dan Manusia Berbagi Ruang Kehidupan

Lingkungan,

Harmoni di Tanah Balai Raja, Saat Sang Gajah dan Manusia Berbagi Ruang Kehidupan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 22 Mei 2026 13:00
(Foto : Humas PHR)
DURI-Malam berganti subuh di kawasan Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, namun pekatnya kecemasan belum juga beranjak dari benak Jhon Hendrik Purba. Saban waktu, detak jantungnya berpacu lebih cepat setiap kali mendengar derak ranting patah atau suara berat yang menggetarkan tanah dari balik rimbunnya hutan. Itu adalah tanda bahwa Gajah Sumatera ( Elephas maximus sumatranus ), satwa ikonik bentang alam Riau, sedang melintas.

Bagi Jhon dan para petani di lingkar Koridor Balai Raja, kehadiran mamalia raksasa ini adalah lambang ketidakpastian yang menghantui. Tanaman yang mereka pupuk dengan cucuran keringat kerap lumat dalam semalam akibat tumpang tindihnya ruang hidup. Selama bertahun-tahun, hubungan antara pemenuhan isi perut manusia dan perlindungan satwa liar yang terancam punah ini selalu berada di ujung tanduk; saling bertentangan, penuh rasa takut, dan diselimuti keputusasaan.

Namun, menyerah bukan pilihan bagi Jhon. Momentum Hari Keanekaragaman Hayati Dunia, 22 Mei 2026 ini menjadi bukti dari Balai Raja bahwa manusia dan gajah sebenarnya bisa berbagi ruang hidup dengan damai dan harmonis.

Sebagai Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Pusaka Jaya, Jhon Hendrik Purba menolak untuk terus terjebak dalam konflik tanpa akhir. Lewat program penguatan ruang koeksistensi gajah dan manusia yang diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Jhon memimpin rekan-rekannya melakukan lompatan besar yakni, mengubah cara pandang dan cara mereka memperlakukan lahan.

"Sekarang kami mulai belajar bahwa menjaga koridor gajah bukan berarti masyarakat tidak bisa berkembang. Justru kalau alamnya tetap terjaga, kami juga punya peluang untuk terus hidup dan mencari penghasilan di sini bersama-sama," tutur Jhon dengan mata berbinar, merefleksikan perubahan besar di jiwanya.

Aksi nyata pun dimulai. Jhon tidak lagi menanam komoditas yang mengundang bahaya. Bersama kelompoknya, ia mulai mengadopsi sistem agroforestri ramah gajah. Mereka memilah tanaman secara cerdas. Di area pertanian, mereka membudidayakan hortikultura berupa cabai yang merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi di pasar, namun sangat tidak disukai oleh penciuman sensitif sang gajah.

Sembari mengamankan dapur rumah tangga lewat cabai, mereka menanam durian, alpukat, kakao, matoa, jengkol, hingga kopi. Tanaman tahunan ini bertindak sebagai benteng hijau yang memperkuat tutupan lahan koridor satwa, sekaligus investasi masa depan petani.
Perjuangan KTH Alam Pusaka Jaya tidak berhenti pada mengamankan kebun sendiri. Dengan tangan-tangan yang dulu gemetar karena takut, para petani ini sekarang justru menanam "makanan" untuk gajah. Di titik-titik lintasan jelajah, mereka menyemai rumput odot, pisang, bambu, nangka, hingga trembesi.

Strategi ini terbukti jitu. Ketika kebutuhan pakan alami gajah telah terpenuhi di dalam koridornya, insting satwa besar tersebut untuk keluar dan merambah pemukiman warga berkurang drastis. Tekanan terhadap vegetasi hutan berkurang, dan gajah bisa bergerak bebas tanpa harus dihalau dengan petasan atau kemarahan.

Tak hanya itu, ruang integrasi kian diperluas melalui pengembangan budidaya sapi dan kambing berbasis silvopastura. Masyarakat memanfaatkan lahan secara terintegrasi tanpa perlu membuka hutan baru, memutus rantai perusakan lingkungan yang selama ini memicu konflik satwa.

Keberhasilan di Balai Raja menjadi potret kecil bagaimana korporasi dan masyarakat lokal dapat bergandengan tangan menyelamatkan keanekaragaman hayati nusantara. Kehadiran PHR di sini bukan sekadar pemberi bantuan, melainkan sebagai sahabat yang menemani proses adaptasi masyarakat.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa perlindungan ekosistem adalah investasi jangka panjang.
"Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati ini menjadi pengingat berharga bagi kita semua. Melalui program tersebut, PHR mendorong masyarakat dan keanekaragaman hayati untuk tumbuh bersama. Apa yang dilakukan oleh Pak Jhon Hendrik dan KTH Alam Pusaka Jaya adalah contoh nyata dari koeksistensi sejati. Ketika kita menjaga hak hidup satwa dan memberikan solusi ekonomi yang adaptif bagi masyarakat, kita sedang merawat masa depan bumi kita sendiri," kata Iwan.

Kini, wajah Koridor Balai Raja telah berubah. Ketakutan yang dulu menyelimuti subuh para petani perlahan sirna, berganti menjadi rasa bangga dan kesadaran ekologis yang mendalam. KTH Alam Pusaka Jaya kini berdiri tegak sebagai garda depan pelindung keanekaragaman hayati di tanah Riau.*
 
# # # # # # # #
 
TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan(***)
Lingkungan
Berita Terkait
  • Kamis, 09 Jul 2026 16:30

    Citrawarna 2026 Kembali Hadirkan Warna-warni Malaysia

    PEKANBARU - Sambutan kebudayaan ikonik Malaysia, Citrawarna 2026, bakal kembali ke Dataran Merdeka dari 24 hingga 26 Juli 2026. Gelaran ini akan menghadirkan persembahan- persembahan dari seluruh nega

  • Kamis, 09 Jul 2026 16:18

    Prabowo: Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan Mandatori B50

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Prabowo menyampaikan Indonesia menjadi negara pertama yang m

  • Kamis, 09 Jul 2026 16:16

    Dani M Nursalam Dituntut 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi PUPR Riau

    PEKANBARU - Tenaga Ahli Gubernur Riau nonaktif, Dani M Nursalam dituntut hukuman 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tuntutan terkait perkara dugaan koru

  • Kamis, 09 Jul 2026 15:18

    Juprizal Diperiksa KPK sebagai Ketua KUD, Bukan Ketua DPRD Kuansing

    TELUKKUANTAN â€" Ketua DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, telah memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi yang me

  • Kamis, 09 Jul 2026 15:11

    Brimob Bersenjata Siaga dan Berjaga Ketat di Polda Metro Jaya

    Polda Metro Jaya meningkatkan pengamanan setelah dilakukannya penggeledahan oleh Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait penyidikan tiga kasus dugaan korupsi dan tindak pidana

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor