Alkisah BKR Laut yang Jadi Embrio TNI AL
Kamis, 10 Sep 2015 09:52
Seiring seruan didirikannya Badan Keamanan Rakyat (BKR), kekuatan laut turut dibangun pada 10 September 1945 – yang di kemudian hari merupakan embrio atau cikal-bakal TNI AL.
BKR Laut dibentuk Laksamana Mas Pardi, yang kemudian memegang komando (KSAL) pertama dengan dibantu Raden Eddy Martadinata.
Di sejumlah daerah pun dibentuk BKR Laut, baik di Banten, Tegal, Semarang, Surabaya dan Pasuruan untuk di Pulau Jawa, serta BKR Laut Sibolga, Belawan (Medan), Pariaman, Palembang dan Tanjung Karang di Sumatera.
Para personel direkrut dari para veteran dan bekas Koninklijke Marine (Angkatan Laut Belanda), Kaigun Heiho (Heiho AL Jepang), maupun para buruh pelabuhan.
Soal alutsista, tentu masih memprihatinkan lantaran hanya bisa mendayagunakan peninggalan Jepang, baik itu boat (perahu), senjata, maupun perlengkapan dan peralatan pangkalan.
Sebutan BKR mulai dihilangkan, seiring keluarnya Maklumat Pemerintah pada 5 Oktober 1945, di mana BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
BKR Laut pun berubah nama jadi TKR Laut, kendati di beberapa daerah pergantian jadi TKR Laut baru efektif terjadi sebulan berikutnya.
Sebutan-sebutan lain sempat pula jadi bagian sejarah TNI AL, mulai dari Tentara Republik Indonesia (TRI) Laut, hingga Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).
Banyak dari anggota ALRI yang justru tidak ditempatkan di atas kapal-kapal perang yang memang, tak dimiliki pada saat itu. Mereka banyak yang diberdayakan ikut perang darat, hingga muncul sebutan "ALRI Gunung".
Alutsista yang lumayan mumpuni baru bisa didapat, pasca-pengakuan kedaulatan Indonesia dari Belanda pada 1949, di mana ALRI menerima sejumlah kapal perang.
Sejak saat itu hingga tahun 1960an, ALRI jadi kekuatan yang ditakuti sejumlah negara tetangga. Dengan kekuatan kapal Perusak Berat KRI Irian, sejumlah fregat, kapal selam, serta tank amfibi PT-76, membuat ALRI disebut sebagai "gladiator" laut terbesar se-Asia.
(okezone.com) nasional
Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah
KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer
Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif
SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw
LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau
PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.
Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional
BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me