Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Arsal Lolos CPNS Diminta Mundur, Hengky Kurniawan: Melamar Lagi Tahun Depan

Nasional

Arsal Lolos CPNS Diminta Mundur, Hengky Kurniawan: Melamar Lagi Tahun Depan

Selasa, 13 Agu 2019 15:45
Detik.com
Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan.
Bandung Barat - Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan menyemangati Arsal Fatra Yoga Pratama dan Pratiwi Sekarwangi agar bisa kembali mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Jadi lebih baik dia melamar lagi pada seleksi CPNS tahun depan karena masih banyak kesempatan, tapi harus melamar sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan," kata Hengky pada detikcom via telepon, Selasa (13/8/2019).

Sebelumnya, kelulusan Arsal dan Pratiwi dianulir oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meski dinyatakan lolos, jenjang ijazah S1 keduanya Tak Memenuhi Syarat (TMS) formasi Paramedik Veteriner Terampil pada Dinas Peternakan yang memerlukan ijazah D3.

"Kalau misalnya dipaksakan diterima walaupun dalam aturan tidak boleh, sayang tingkat golongan PNS-nya karena dia kan S1 harusnya 3A, sedangkan D3 golongannya 2C," katanya.

Hengky mengatakan, Arsal bersama istrinya sempat melakukan audiensi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. "Saya mengatakan agar Arsal tak berputus asa, silakan mengikuti lagi ujian tahun depan, dengan kualifikasi yang sesuai," katanya.

Dari pengamatannya, faktor human error dalam proses seleksi bisa saja dari ketiga pihak. Baik dari BKPSDM selaku fasilitator, BKN sebagai penyeleksi awal maupun dari pelamar yang mendaftar meski di luar kualifikasi.

"Jadi dalam hal ini human error-nya bisa dari ketiganya itu, sebetulnya dari Pansel termasuk dari Pemkab kurang teliti dan dari pelamar tidak mengikuti ketentuan yang harus menggunakan ijazah D3 bukan ijazah S1," ujar Hengky.

Dari informasi yang ia terima dari BKPSDM, pemeriksaan berkas administrasi sebetulnya bukan kewenangan dari pihak Pemkab Bandung Barat, tetapi hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat karena pemkab hanya memfasilitasi dalam seleksi tersebut.

"Termasuk pengecekan juga dilakukan pensel pusat, tapi ini tetap sebenarnya ada human error dari ketiga belah pihak. Tapi hal ini akan menjadi pembelajaran bagi kami agar kejadian ini tidak terulang lagi," katanya.


(Detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.