Sabtu, 16 Mei 2026

BNPB: Korban Kabut Asap Enggan Dievakuasi

Selasa, 27 Okt 2015 09:06
Antara
Ilustrasi Kabut Asap
JAKARTA - Bencana kabut asap, hingga kini masih melanda sebagian besar wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Tercatat, penderita inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Juli hingga saat ini mencapai 505.527 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memastikan, sejumlah Pemda telah menyiapkan tempat evakuasi bagi warganya.

"Ada yang membangun rumah singgah atau tempat evakuasi di gedung-gedung Pemda, seperti Kota Pekanbaru, Palangkaraya, Bengkalis, Palembangan, Katingan dan lain-lain. Beberapa non-goverment organisation (NGO) dan relawan juga mendirikan rumah singgah yang dilengkapi pembersih udara, pelayanan kesehatan, obat-obatan, tenaga medis," ujar Sutopo melalui pesan singkatnya kepada Okezone, Senin (26/10/2015).

Namun, Sutopo mengaku, umumnya masyarakat belum bersedia berkunjung lantaran lokasinya jauh dan merasa tetap nyaman di rumahnya. Selain itu, warga beralasan mereka harus tetap bekerja dan melakukan kegiatan rutin.

"Ini adalah salah satu ciri khas masyarakat kita yang memiliki keterikatan terhadap tempat tinggalnya (place attachment). Masyarakat enggan untuk dievakuasi ke tempat yang lebih jauh dengan berbagai alasan. Inginnya evakuasi di tempat yang dekat rumah. Tetap berdekatan dengan kerabat dan tetangganya. Sangat sosiologis hal ini," imbuhnya.

Sebab itu, Sutopo meminta penetapan lokasi evakuasi harus diupayakan berdekatan dengan tempat tinggal warga. Adapun evakuasi ke kota atau daerah lain merupakan pilihan terakhir.

"Itu pilihannya dan tabung oksigen serta penyaring udara sedang diperbanyak," sambungnya.

BNPB menyebut, hingga kini, TNI AL telah mengalokasikan 11 KRI termasuk sebuah kapal RS KRI Banda Aceh, KRI Teluk Jakarta dan KRI Dr Suharso sudah berada di Banjarmasin. Sementara Pelni juga menyiapkan dua kapal yang dapat disiagakan jika dibutuhkan.

"Penggunaan kapal ini untuk kondisi yang sifatnya ekstrem yaitu dievakuasi ke tempat lain atau ditempatkan di ruang-ruang di kapal," jelasnya.

Saat ini, BNPB masih melakukan pendataan jumlah rumah singgah yang ada. Sutopo memastikan, pihaknya mengirimkan 450 velbed dan tabung gas oksigen untuk mendukung rumah singgah.

"Kami masih melakukan pendataan rumah singgah,dan mengirimkan ratusan velbed serta tabung oksigen," pungkasnya.

(okeszone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.