Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • BPPT Butuh Rp5 Miliar untuk Revitalisasi 1 Buoy Pendeteksi Tsunami

Nasional

BPPT Butuh Rp5 Miliar untuk Revitalisasi 1 Buoy Pendeteksi Tsunami

Kamis, 03 Jan 2019 11:31
okezone.com

JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan membutuhkan butuh dana setidaknya Rp5 miliar untuk merevitalisasi satu buoy pendeteksi tsunami agar bisa ditempatkan di Selat Sunda.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Hammam Riza mengatakan, pihaknya terus berupaya merevitalisasi alat pendeteksi tsunami, yang akan dinamai Buoy Merah Putih, supaya bisa segera dipasang di perairan Gunung Anak Krakatau dan sekitarnya.

"BPPT siap untuk menempatkan buoy di sekitar Gunung Anak Krakatau. Buoy ini penting sebagai peringatan dini agar penduduk di wilayah yang berpotensi terkena tsunami memiliki waktu untuk dapat dievakuasi ke shelter terdekat," kata dia, di Jakarta, seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (3/1/2019).

Menurut Hammam, revitalisasi satu unit buoy berikut pemasangan dan pemeliharaannya membutuhkan biaya sekira Rp5 miliar.

"Revitalisasi ini ya kita oprek lagi buoy yang dahulu sudah rusak akibat vandalisme. Kita gunakan panel tenaga surya untuk sumber tenaganya, serta kita upayakan semua sensornya lengkap kembali. Butuh waktu, semoga dengan adanya dana khusus bisa lebih cepat prosesnya hingga pemasangan," katanya.

Menurut informasi dari para nelayan, perairan di sekitar buoy biasanya penuh dengan ikan sehingga menarik para nelayan untuk memancing di sekitarnya. Hamam berharap ke depan kondisi itu tidak lagi memicu aktivitas yang bisa menimbulkan kerusakan buoy.

Ia menekankan pentingnya peran publik dalam menjaga buoy. "Publik harus semakin peduli terhadap pentingnya teknologi untuk membangun sistem peringatan dini yang handal seperti buoy ini. Jika buoy sudah ada, kepada masyarakat diimbau agar perlunya menjaga bersama, karena ini alat yang dibangun negara supaya kita tetap selamat," jelasnya.

Hammam menjelaskan, buoy yang dipasang 100 sampai 200 kilometer dari pantai dapat mengirimkan informasi data terkini mengenai gelombang tinggi di tengah laut yang diduga berpotensi menimbulkan tsunami.

"Sinyal dari buoy di tengah laut itu akan semakin intens dalam hitungan detik, mengirimkan sinyal ke pusat data sistem peringatan dini secara real time jika ada gelombang yang melewatinya. Semakin tinggi dan kencang gelombang, maka sinyal yang dikirim frekuensinya akan semakin rapat dan bisa berkali-kali dalam hitungan detik," kata Hammam.

Hitungan awamnya, jika kecepatan gelombang tsunami antara 500–700 kilometer per jam, minimal ada waktu 10–15 menit bagi warga untuk menyelamatkan diri ke tempat penampungan terdekat. Informasi ini sangat penting bagi masyarakat yang bermukim di wilayah yang rentan kena terpaan bencana.

"Masyarakat di pesisir atau wilayah berpotensi tsunami harus memiliki waktu evakuasi yang cukup. Untuk itu dibutuhkan teknologi yang mampu mendeteksi dini yang andal, dalam hal ini ya buoy disertai teknologi lain seperti kabel bawah laut, maupun pemodelan sebelumnya," papar Hammam.

Dia mengatakan, BPPT tidak hanya mengembangkan buoy, tapi juga kabel bawah laut (cable based tsunameter/CBT) untuk meningkatkan akurasi, presisi, dan keandalan deteksi dini tsunami.

"Saat ini selain persiapan membangun Buoy Merah Putih, BPPT juga telah menyiapkan kabel bawah laut sepanjang 3 kilometer. Kami harap yang kami lakukan ini mendapat dukungan pemangku kepentingan strategis," jelasnya.

CBT, menurut dia, telah dikembangkan di beberapa negara dan dimanfaatkan antara lain oleh Kanada, Jepang, Oman, dan Amerika Serikat. Dalam forum komunikasi antar-perekayasa CBT di seluruh dunia, disepakati juga bahwa teknologi itu merupakan solusi alternatif bagi permasalahan dalam pemasangan buoy seperti biaya yang mahal dan ancaman vandalisme.

Tiga buoy yang membutuhkan revitalisasi rencananya dipasang di sekitar Pulau Anak Krakatau, Bengkulu, dan arah Pelabuhan Ratu, wilayah-wilayah yang diduga merupakan zona subduksi.


(okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.