Nasional
Bamsoet: Ada Oknum Elite Golkar Sengaja Tunda Rapimnas-Munas
Senin, 12 Agu 2019 09:33
"Apa yang ingin direngkuh Partai Golkar pada Pilkada 2020 dan Pemilu 2024? Penetapan target pada dua agenda besar itu bisa dirumuskan dan ditetapkan jika Partai Golkar segera melakukan konsolidasi. Golkar harus berani berambisi meraih kemenangan besar," kata Bamsoet kepada wartawan, Senin (12/8/2019).
Bamsoet mengatakan target terdekat Golkar yakni harus bisa mewujudkan ambisi besarnya itu di Pilkada 2020. Namun, menurut Bamsoet Golkar belum mempersiapkan itu. Bahkan, Bamsoet menyebut ada sebagian kelompok di Golkar yang ingin menunda-nunda agenda-agenda penting partai.
"Hari-hari ini, target yang ingin dicapai Partai Golkar pada Pilkada itu praktis belum menjadi kepedulian semua elemen partai. Sebab, sekarang ini, semua elemen Partai Golkar, utamanya sekelompok orang di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai, memanfaatkan seluruh waktu dan tenaga untuk menunda-nunda pelaksanaan Rapat Pleno yang menjadi kebutuhan mutlak Partai, Rapat Pimpinan Nasinal (Rapimnas) dan Musyawarah nasional (Munas) hingga bulan Desember 2019," ujarnya.
Bamsoet menyebut ada beberapa oknum elite di DPP Partai Golkar yang perlu diingatkan karena mereka cenderung malah fokus mempertahankan kekuasaan. Padahal, menurut jika Golkar ingin mewujudkan ambisi besarnya itu harus mampu mengelola waktu dengan efektif, harus ada alokasi waktu untuk memperkuat sinergi dengan semua daerah
"Mau tak mau, DPP Golkar harus segera mengajak dan menggerakan kepedulian semua pengurus dan simpatisan di daerah terhadap Pilkada 2020. DPP Golkar jangan sampai terjebak pada semata-mata sibuk menunda-nunda Munas untuk mempertahankan penguasaan atas pengelolaan partai. Perilaku beberapa oknum elite DPP seperti itu tidak akan produktif. Karena meraih hasil maksimal di Pilkada 2020 itu juga penting," sebutnya.
"Soliditas DPD partai dibelah dan diacak-acak untuk kepentingan menghitung suara dalam pemilihan ketua umum di forum Munas nanti. Pengurus DPD yang menolak mendukung Ketua Umum Petahana dipecat, atau mendapatkan perlakuan tidak sebagaimana mestinya. Apa pun alasan dan tujuannya, perlakuan tidak fair dan tidak demokratis terhadap pengurus DPD akan memperlemah kinerja mesin partai di daerah," katanya.
Bamsoet mengatakan DPP harus segera berbenah untuk kepentingan Pilkada 2020 maupun Munas. Bamsoet meminta seluruh elemen Partai Golkar dengan diprakarsai DPP harus segera dikonsolidasi, jangan sampai ada yang mengambil posisi dan sikap pasif hanya karena menunggu pelaksanaan Munas. Untuk itu, Bamsoet berharap DPP bisa mengubah pola pendekatan kepada DPD-DPC bukan lagi sekadar kepentingan memenangkan jabatan ketua umum di forum Munas nanti.
"Karena itu, DPP Golkar harus mengubah pola pendekatannya kepada semua DPD-DPC. Pendekatan ke pengurus daerah tidak boleh lagi hanya berdasarkan kepentingan memenangkan jabatan ketua umum di forum Munas nanti. Tidak boleh lagi dengan pendekatan gertak sambal atau ancaman pemecatan. Sebagai partai politik (Parpol) besar, DPP harus membangun suasana dialogis dengan semua DPD-DPD berdasarkan kesamaan tujuan dan kepentingan, yakni mewujudkan kemenangan besar di Pilkada 2020," imbuhnya.
Menurut Bamsoet, menjelang Pilkada 2020 belum terlihat ada kepedulian dan komunikasi intens antara DPP dengan DPD. Bamsoet mengaku menemukan hal itu dari pengakuan sejumlah kader di berbagai daerah yang kan melaksanakan Pilkada.
"Pertanyaannya, apakah DPP Partai Golkar telah mendorong semua DPD Golkar untuk melakukan persiapan sebagaimana mestinya? Ketika hal ini ditanyakan kepada kader di sejumlah daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan, ditemukan fakta yang sangat memprihatinkan. Sebab, banyak pengurus DPD mengaku tidak ada komunikasi dengan DPP terkait persiapan mengikuti Pilkada 2020. Sebaliknya, pengurus DPD seperti 'dipaksa' oleh para oknum DPP untuk menyatakan dukungan ketua umum petahana," kata Bamsoet.
Bamsoet kemudian menyinggung persiapan yang dilakukan partai-partai yang menjadi pesaing Golkar nanti. Salah satunya PDIP. Bamsoet mengatakan PDIP sudah memiliki target yang jelas untuk menyongsong kontestasi Pilkada 2020.
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik
Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait
Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta
SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut