DPR: Jokowi Harusnya Tunda ke AS
Minggu, 25 Okt 2015 11:11
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bertolak ke Amerika Serikat untuk melakukan kerja sama bilateral antar dua negara tersebut. Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin mengeluhkan, kunjungan kenegaraan dilakukan, di tengah kondisi asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang semakin parah.
Terlebih menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) asap tersebut sudah menelan korban jiwa sebanyak 10 orang, 503 ribu jiwa terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan 43 juta jiwa terkena dampak asap.
"Kami sangat menyayangkan, karena dampak asap ini sudah semakin meluas. Harusnya Jokowi menunda ke Amerika Serikat, karena masyarakat ini yang paling penting, ini sudah menjadi masalah kehormatan bangsa," ujar Andi Akmal kepada Okezone, Minggu (25/10/2015).
Dengan kondisi seperti itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, harusnya Presiden Jokowi melakukan penjadwalan ulang kunjungan kerja ke negeri Paman Sam tersebut. Pasalnya, publik akan semakin melihat bahwa pria asal Surakarta, Jawa Tengah tersebut lebih mementingkan sesuatu hal yang tidak bersifat mendesak atau urgent.
"Ini kan kalau menurut saya, gak ada event yang begitu penting, ini kan masih tentatif, dijawalkan ulang saja, karena kunjungan kerja tersebut tidak terlalu mendesak," katanya.
Dikatakan Andi Akmal, dengan lebih mementingkan kunjungan kenegaraan tersebut, hal ini kemungkinan karena Presiden Jokowi tidak merasakan dampak langsung musibah asap tersebut.
Karenanya, dia meminta pada kunjungan selanjutnya ke wilayah yang terkena asap, Presiden Jokowi harus menginap dan tinggal di wilayah tersebut untuk beberapa lama, agar merasakan langsung dampak kebakaran hutan dan lahan.
"Kalau perlu presiden menginap ke tempat yang kena asap, agar bisa merasakan dampaknya, jadi lebih memprioritaskan penanggulangan asap," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Amerika Serikat (AS). Jokowi menjelaskan, maksud dan tujuan terbang ke AS selama lima hari untuk meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, utamanya dibidang investasi dan perdagangan.
Jokowi akan menuju San Fransisco. Di sana, Jokowi ingin melihat langsung kesuksesan Amerika Serikat (AS) dalam membangun ekonomi digital dan ekonomi kreatif.
Walaupun, Jokowi meninggalkan Tanah Air dan terbang ke AS menemui Presiden Barack Obama, dirinya akan terus memantau perkembangan kondisi ekonomi, politik dan keamanan dari menit ke menit, jam ke jam, dari hari ke hari, terutama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan gambut, serta penanganan kabut asap.
Mabes TNI Peringati Tahun Baru Islam 1448 H Perkuat Spirit Pengabdian dan Profesionalisme Prajurit
Jakarta-Mabes TNI menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1448 H yang diikuti para Pejabat Utama, Prajurit, dan PNS Mabes TNI di Masjid Panglima Soedirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/6
Panglima TNI Hadiri Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.
IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Sebuah per
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem