Kamis, 04 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • DPR Minta Kepala Daerah Hindari Kurang Gizi Warganya

Nasional

DPR Minta Kepala Daerah Hindari Kurang Gizi Warganya

Laporan:Joko Prasetyo
Rabu, 11 Apr 2018 09:36
Joko Prasetyo
JAKARTA-Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf meminta kepala daerah mengetahui dengan pasti  kondisi keadaan masyarakat di wilayah kekuasaannya guna menghindari warganya mengalami masalah kekurangan gizi. Terakhir ditemukan sebanyak 1300 orang mengalami kurang gizi di Lampung.

"Jangan terjadi, jika ada yang kurang gizi sudah meledak beritanya baru bergerak, semestinya awal sudah dipantau aparat pemda di daerah itu sampai ke bupati," kata Dede dalam diskusi tentang RUU POM di Gedung DPR, Selasa (10/4/2018).

Menurut Dede, jika ada masyarakat kurang gizi itu tanggungjawab kepala daerah. Kemana saja mereka sehingga tidak mengetetahui rakyatnya kurang gizi. "Ini tidak boleh terjadi dengan daerah lainnya. Kepala daerah harus hadir di setiap wilayah kekuasaannya," tegasnya.

Dede juga meminta agar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)  tidak cepat memberitahu kepada masyarakat melalui menggelar konprensi pers untuk mengumumkan produk makanan, obatan dan lainnya sebelum benar-benar bukti lengkap.

"Jangan sedikit-dikit menggelar konperensi pers. Apalagi temuannya hanya berdasarkan dugaan-dugaan karena berpengaruh mematikan usaha pada produk makanan dan obatan itu. Jika benar tidak apa-apa tetapi jika hanya dugaan-dugaan, ini yang harus dihindari oleh BPOM," ujarnya.

Penyebab cepat hancurnya produk dalam negeri itu karena sekarang terjadi perang dagang dari luar yang mencari kelemahan produk dalam negeri sehingga produk mereka dari luar tetap kuat, sambungnya.

"Propaganda apapun dengan menghalalkan segala cara akan dilakukan hanya untuk kepentingan dagang, dan itu berlaku global jadi saat BPOM mengeluarkan pernyataan soal satu produk jika hanya dengan dugaan belum ada bukti kebenara 100 persen tidak usah konprensi pers," katanya.

Sementara itu dokter Riant Nugroho dari UI mengatakan jika perang dagang sekarang ini tidak dengan berhadap-hadapan dengan membawa senjata. Tapi, perang secara asimetris, yaitu dengan senjata kimia melalui produk makanan, obat, kosmetika, dan sebagainya.

Karena itu ada perang 'minyak' , dan yang terpenting bagaimana RUU ini membuat produk rakyat aman, semua pelaku usaha juga aman, serta memberdayakan usaha produk lokal. "Tugas RUU ini harus memberdayakan produk lokal," ujarnya. (jok)

nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 03 Jun 2026 16:41

    Pemerintah Ubah Aturan PPh Final UMKM, PT dan CV Tak Lagi Dapat Fasilitas

    Jakarta - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Salah sat

  • Rabu, 03 Jun 2026 16:03

    Sumbang Triliunan Rupiah Sejak 1945, Afni Sebut Siak Tercekik Aturan Keuangan Baru

    PEKANBARU-Kisah ironi menyelimuti Kabupaten Siak. Setelah menyerahkan seluruh kekayaan kerajaannya untuk bergabung dengan Republik Indonesia tahun 1945, lumbung energi nasional ini justru kembali diha

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:42

    Sukseskan Ketahanan Pangan, Polsek Rengat Barat Inhu Gelar Monitoring Berkelanjutan

    RENGAT-Dukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional sesuai dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polsek Rengat Barat Polres Indragiri Hulu (Inhu) menggelar monitoring

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:29

    Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok Gara-Gara Tegur Pengendara Serobot Antrean Solar di SPBU

    Niat hati menegur pengendara yang menyerobot antrean pengisian bahan bakar mininya di SPBU, seorang sopir truk, YF (33), tewas di keroyok. Polisi masih mengejar tujuh pelaku yang terlibat.Korban awaln

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:09

    Bisnis Emas Batangan Moncer, Pendapatan Hartadinata Abadi Melejit Tembus Rp20 Triliun

    PT Hartadinata Abadi Tbk. mencatatkan lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih signifikan. Hartadinata membukukan pendapatan sebesar Rp20 triliun pada kuartal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.