Kamis, 04 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Didukung PKPI, Koalisi Jokowi Semakin Kuat dan Gemuk

Nasional

Didukung PKPI, Koalisi Jokowi Semakin Kuat dan Gemuk

Sabtu, 14 Apr 2018 09:58
okezone.com

JAKARTA - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) langsung menyatakan mendukung Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali maju sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Sikap politik itu didengungkan pasca-dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu tahun 2019 mendatang.

Dengan adanya sikap tersebut, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut bahwa, koalisi Jokowi di Pilpres 2019 semakin gemuk. Setelah, sebelumnya beberapa partai sudah menyatakan dukungan untuk Jokowi.

"Semakin kuat dan gemuk partai politik koalisi pendukungnya (Jokowi)," kata Pangi kepada Okezone, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Pada Pilpres 2019 mendatang, setidaknya, NasDem, PDIP, Golkar, Hanura, dan PPP, PSI, , PKB, Perindo adalah partai politik yang terlebih dahulu sudah menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk kembali maju di Pilpres 2019.

Menurut Pangi, dukungan atau merapatnya PKPI juga sedikit banyaknya bisa membantu memulihkan atau menaikkan elektabilitas Jokowi. Pasalnya, sambung dia infrastruktur, suprastruktur PKPI, dan efektivitas mesin PKPI tidak bisa diremehkan.

Dukungan itu setidaknya, sambung Pangi, bisa sedikit membantu Jokowi dalam menyosialisasikan program yang sudah dicapai, keberhasilan dan prestasi Jokowi, menyosialisasikan Jokowi ke masyarakat.

"Bagaimana pun efektivitas mesin parpol tidak bisa diremehkan," tutur Pangi.

Di sisi lain, Pangi berpendapat bahwa, sejauh ini PKPI memang belum punya tokoh yang bisa mendongkrak elektabilitas PKPI. Oleh karenanya, menurutnya, dukungan ke Jokowi juga menjadi hal positif untuk internal partai yang dikomandoi oleh Hendropriyono itu.

"Dengan mendukung Jokowi, sedikit banyak bisa membantu menaikkan elektabilitas PKPI 2019. Walaupun ini kembali perlu diuji, karena butuh indikator, alat ukur berupa riset survei, enggak bisa hanya berdasarkan asumsi dan persepsi dan penilaian sendiri," tutup dia.

(Okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 03 Jun 2026 16:41

    Pemerintah Ubah Aturan PPh Final UMKM, PT dan CV Tak Lagi Dapat Fasilitas

    Jakarta - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Salah sat

  • Rabu, 03 Jun 2026 16:03

    Sumbang Triliunan Rupiah Sejak 1945, Afni Sebut Siak Tercekik Aturan Keuangan Baru

    PEKANBARU-Kisah ironi menyelimuti Kabupaten Siak. Setelah menyerahkan seluruh kekayaan kerajaannya untuk bergabung dengan Republik Indonesia tahun 1945, lumbung energi nasional ini justru kembali diha

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:42

    Sukseskan Ketahanan Pangan, Polsek Rengat Barat Inhu Gelar Monitoring Berkelanjutan

    RENGAT-Dukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional sesuai dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polsek Rengat Barat Polres Indragiri Hulu (Inhu) menggelar monitoring

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:29

    Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok Gara-Gara Tegur Pengendara Serobot Antrean Solar di SPBU

    Niat hati menegur pengendara yang menyerobot antrean pengisian bahan bakar mininya di SPBU, seorang sopir truk, YF (33), tewas di keroyok. Polisi masih mengejar tujuh pelaku yang terlibat.Korban awaln

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:09

    Bisnis Emas Batangan Moncer, Pendapatan Hartadinata Abadi Melejit Tembus Rp20 Triliun

    PT Hartadinata Abadi Tbk. mencatatkan lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih signifikan. Hartadinata membukukan pendapatan sebesar Rp20 triliun pada kuartal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.