Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Dua Kemungkinan Terkait Hilangnya 225 Jamaah Haji Indonesia

Dua Kemungkinan Terkait Hilangnya 225 Jamaah Haji Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2015 15:42
Reuters
JAKARTA - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kementrian Agama RI, Rosidin Karidi mengatakan ada beberapa kemungkinan kenapa 225 jemaah haji Indonesia belum kembali ke tenda di Mina. Pertama, mereka kembali ke maktab (pemondokan) yang ada di Makkah, yang kedua mereka bermalam di Jamarat.

"Pemondokan di Makkah jaraknya relatif lebih dekat dibandingkan mereka yang kembali ke tenda. Kemungkinan kedua, mereka menginap di sekitar Jamarat atau di sekitar tempat lempar jumroh sehingga pada saat akan melempar jumroh kesempatan kedua dan ketiga tidak banyak dari mereka mengeluarkan tenaga yang cukup besar," jelasnya kepada Okezone di Kementrian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat, Sabtu (26/9/2015).

Menurut Rosidin, keberadaan ratusan jamaah itu akan terus ditelusuri oleh petugas haji di Arab Saudi. Jika merujuk dari pengalaman tahun ke tahun, memang selalu ada jemaah haji Indonesia yang tidak kembali ke tenda karena jaraknya relatif jauh dari Jamarat.

Kendati demikian pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama selalu menyerukan agar jemaah haji bisa kembali ke tenda masing-masing. "Mereka kadang-kadang ada yang memilih kembali ke pemondokan meskipun sebenarnya dari pemerintah Indonesia, dari panitia haji selalu mengimbau bagi jamaah haji untuk kembali ke tenda masing-masing,"jelasnya.

Saat ini, lanjut Rosidin, pemerintah dan panitia haji di Arab Saudi masih berkonsentrasi penuh di Armina, untuk mengidentifikasi korban meninggal dan luka. Sehingga petugas di Arab Saudi juga belum sempat melihat ke hotel jamaah haji Indonesia ataupun pemondokan di Makkah.

"Setelah menyelesaikan persoalan di Mina ini kita baru akan cek hotel dari masing-masing jamaah. Apalagi kejadian ini tidak menimpa Indonesia saja, banyak negara lain yang mengalami hal serupa, sehingga negara lain perlu melakukan hal yang sama, masuk ke rumah sakit, melakukan identifikasi. Pemerintah Arab Saudi rumah sakitnya juga punya aturan kadang-kadang kita tidak boleh masuk," jelasnya.

Hingga Sabtu (26/9/2015) pukul 11.00 WIB, laporan dari Arab Saudi terdapat sebanyak 225 orang jemaah yang belum kembali ke tenda Mina. Rinciannya yakni untuk Kloter BTH 14 sebanyak 14 orang, Kloter SUB sebanyak 19 orang dan Kloter JKS 61 sebanyak 192 orang.

Sedangkan data jamaah haji yang meninggal sebanyak tiga orang dan enam orang dirawat di rumah saki Arab Saudi. "Nanti pukul 17.00 WIB kita baru dapat laporan terbaru dari Arab Saudi terkait perkembangannya," pungkas Rosidin.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.