Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Dua Kemungkinan Terkait Hilangnya 225 Jamaah Haji Indonesia

Dua Kemungkinan Terkait Hilangnya 225 Jamaah Haji Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2015 15:42
Reuters
JAKARTA - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kementrian Agama RI, Rosidin Karidi mengatakan ada beberapa kemungkinan kenapa 225 jemaah haji Indonesia belum kembali ke tenda di Mina. Pertama, mereka kembali ke maktab (pemondokan) yang ada di Makkah, yang kedua mereka bermalam di Jamarat.

"Pemondokan di Makkah jaraknya relatif lebih dekat dibandingkan mereka yang kembali ke tenda. Kemungkinan kedua, mereka menginap di sekitar Jamarat atau di sekitar tempat lempar jumroh sehingga pada saat akan melempar jumroh kesempatan kedua dan ketiga tidak banyak dari mereka mengeluarkan tenaga yang cukup besar," jelasnya kepada Okezone di Kementrian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat, Sabtu (26/9/2015).

Menurut Rosidin, keberadaan ratusan jamaah itu akan terus ditelusuri oleh petugas haji di Arab Saudi. Jika merujuk dari pengalaman tahun ke tahun, memang selalu ada jemaah haji Indonesia yang tidak kembali ke tenda karena jaraknya relatif jauh dari Jamarat.

Kendati demikian pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama selalu menyerukan agar jemaah haji bisa kembali ke tenda masing-masing. "Mereka kadang-kadang ada yang memilih kembali ke pemondokan meskipun sebenarnya dari pemerintah Indonesia, dari panitia haji selalu mengimbau bagi jamaah haji untuk kembali ke tenda masing-masing,"jelasnya.

Saat ini, lanjut Rosidin, pemerintah dan panitia haji di Arab Saudi masih berkonsentrasi penuh di Armina, untuk mengidentifikasi korban meninggal dan luka. Sehingga petugas di Arab Saudi juga belum sempat melihat ke hotel jamaah haji Indonesia ataupun pemondokan di Makkah.

"Setelah menyelesaikan persoalan di Mina ini kita baru akan cek hotel dari masing-masing jamaah. Apalagi kejadian ini tidak menimpa Indonesia saja, banyak negara lain yang mengalami hal serupa, sehingga negara lain perlu melakukan hal yang sama, masuk ke rumah sakit, melakukan identifikasi. Pemerintah Arab Saudi rumah sakitnya juga punya aturan kadang-kadang kita tidak boleh masuk," jelasnya.

Hingga Sabtu (26/9/2015) pukul 11.00 WIB, laporan dari Arab Saudi terdapat sebanyak 225 orang jemaah yang belum kembali ke tenda Mina. Rinciannya yakni untuk Kloter BTH 14 sebanyak 14 orang, Kloter SUB sebanyak 19 orang dan Kloter JKS 61 sebanyak 192 orang.

Sedangkan data jamaah haji yang meninggal sebanyak tiga orang dan enam orang dirawat di rumah saki Arab Saudi. "Nanti pukul 17.00 WIB kita baru dapat laporan terbaru dari Arab Saudi terkait perkembangannya," pungkas Rosidin.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 11:25

    Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan Sabu Lintas Pulau dari Riau ke NTB

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sukses menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan lintas pulau dari Riau menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua or

  • Kamis, 02 Jul 2026 11:23

    Razia BNNP Sumut di Patumbak Berujung Penyerangan, 25 Pengunjung Positif Narkoba

    Razia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatra Utara di sebuah tempat hiburan di Jalan Talun Kenas, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, berujung ricuh setelah diduga ter

  • Kamis, 02 Jul 2026 11:20

    Terungkap! Kupu-kupu Langka hingga Gading Gajah Diselundupkan dengan Modus Jemaah Umrah

    Polda Jawa Timur mengungkap tiga kasus besar penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan satwa dan komoditas bernilai tinggi. Mulai dari ribuan kupu-kupu langka, puluhan poto

  • Kamis, 02 Jul 2026 11:17

    Tak Lagi Ala Militer, Intip Konsep Baru Pembekalan Peserta SPPI

    Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), menjadi latihan pembekalan bel

  • Kamis, 02 Jul 2026 11:15

    Rekrutmen Anggota Dewan Harus Dibenahi, Saatnya Indonesia Memiliki UU Etika Penyelenggara Pemerintahan

    JAKARTA-Wafatnya dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, setelah diduga mengalami tekanan, ancaman, dan intimidasi dari tiga oknum anggota DPRD, dinilai bukan sekadar k

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor