Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Fadli Sebut Negara Salah Urus Gegara Mati Listrik, PDIP Soroti Manajemen BUMN

Nasional

Fadli Sebut Negara Salah Urus Gegara Mati Listrik, PDIP Soroti Manajemen BUMN

Senin, 05 Agu 2019 15:32
Detik.com
Foto: Hendrawan Supratikno (dok. ist)
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut kejadian mati listrik massal merupakan ciri-ciri negara salah urus. PDI Perjuangan tidak membantah pernyataan Fadli, tetapi meminta agar peristiwa itu tak dilebih-lebihkan sembari menyoroti manajemen BUMN.

"Yang disampaikan ada benarnya, namun jangan terlalu dibesar-besarkan. Kita semua memang terkejut dengan sistem kelistrikan yang rentan ini," ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

"Bila dalam situasi normal begini, bagaimana bila dalam kondisi tidak normal seperti perang, sabotase industrial, dan kondisi cuaca ekstrem," imbuh dia.

Hendrawan mengatakan karakteristik negara berkembang memang kerap diasosiasikan dengan korupsi dan bobroknya birokrasi. Selain itu, lanjut dia, karakteristik disiplin rendah juga sering disematkan ke negara berkembang.

"Fadli Zon benar, negara sedang berkembang yang diwarnai disiplin rendah dan penyakit korupsi birokrasi yang parah, memang membuat banyak hal jadi salah urus (mis-managed)," ujarnya.

Karena itu, Hendrawan mengatakan peristiwa ini sepatutnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk introspeksi. Dia mengatakan manajemen BUMN harus dibenahi.

"Ini merupakan momentum untuk pembenahan manajemen BUMN secara besar-besaran. Kita harus belajar dari kekonyolan-kekonyolan yang telah berlalu agar kejadian yang sama tidak berulang lagi," tegasnya.

Sebelumnya, Fadli Zon menyebut peristiwa padamnya listrik massal merupakan ciri-ciri negara yang salah diurus. Dia meminta pemerintah bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Saya kira apa yang terjadi kemarin, mati listrik tanpa peringatan, tanpa pemberitahuan, dan tanpa penjelasan sebelumnya ini merupakan ciri-ciri dari sebuah negara yang salah urus. Menurut saya, harus ada orang yang bertanggung jawab apa yang menyebabkan itu karena telah menimbulkan kerugian yang besar di masyarakat," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/8).


(Detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.