Nasional
Fakta Longsor Sukabumi: 30 Rumah Tertimbun hingga Lokasinya Tak Layak Huni
Rabu, 02 Jan 2019 14:40
JAKARTA - Pada penghujung tahun lalu, tepatnya Senin 31 Desember 2018, sekira pukul 17.00 WIB, Indonesia kembali tertimpa bencana. Tanah longsor terjadi di Kampung Cimapag Sigaherang, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sinaresmi menimbulkan aliran air di area hutan dan persawahan. Jenuhnya air menyebabkan longsor perbukitan, kemudian materialnya meluncur menuruni lereng dan menimbun rumah warga yang ada di bawahnya.
Berikut ini fakta-fakta terkait bencana longsor di Kampung Cimapag, Sukabumi, sebagaimana Okezone himpun, Rabu (2/1/2019).
1. Sebanyak 30 rumah tertimbun
Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat sedikitnya ada 30 rumah tertimbun tanah longsor di Kampung Cimapag, Sukabumi. Itu berarti sebanyak 32 KK atau 101 jiwa menjadi korban bencana ini.
2. Korban masih dalam pencarian
Dari 101 warga Kampung Cimapag, Sigaherang, tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka dan dirujuk ke Rumah Sakit Pelabuhan Ratu, 15 orang meninggal dunia, dan 20 orang masih dalam pencarian.
3. Kegiatan evakuasi alami kendala
BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat mengalami beberapa kendala saat mengevakuasi para korban longsor. Kondisi di lokasi kejadian masih diguyur hujan rintik hingga deras.
Selain itu, jaringan komunikasi seluler pun terhambat, sehingga Tim SAR gabungan hanya bisa mengandalkan radio handy talkie.
4. Sempat lakukan pencarian secara manual
Tim SAR gabungan sempat melakukan pencarian korban secara manual sejak Senin 31 Desember 2018 malam hingga Selasa 1 Januari 2019. Hal itu dikarenakan dua alat berat yang sudah disiapkan mengalami kesulitan masuk ke lokasi bencana.
Jalan menuju lokasi kejadian diketahui sempit, berbukit, dan medannya berat. Belum lagi, masih terjadi beberapa longsor kecil. Namun akhirnya pada hari ini, Rabu 2 Januari 2019, satu alat berat bisa masuk ke lokasi tersebut.
5. Berpotensi longsor susulan
BNPB memprediksi Desa Adat Sirnaresmi di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, masih berpotensi dilanda longsor susulan, meski intensitasnya kecil.
"Kondisi tanah juga rapuh, terurai, dan berlumpur akibat hujan menyebabkan kesulitan Tim SAR mencari korban," papar Sutopo.
6. Lokasi longsor rawan bencana dan tak layak huni
Kampung Cimapag terletak di bawah bukit terjal dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Daerah tersebut memilik tanah gembur yang mudah longsor ketika curah hujan tinggi.
Menurut Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka
Widiaman, berdasarkan pengamatan sementara, daerah itu sangat rentan
terjadi pergerakan tanah dan tidak layak dihuni. Namun, sulit meyakinkan warga untuk pindah.
(okezone.com)
nasional
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta