Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Fokus Amendemen UUD 1945, PDIP Tak Incar Kursi Ketua MPR

Nasional

Fokus Amendemen UUD 1945, PDIP Tak Incar Kursi Ketua MPR

Selasa, 13 Agu 2019 15:19
Detik.com
Ahmad Basarah
JAKARTA - PDIP enggan terjebak dalam perebutan kursi Ketua MPR. PDIP pun menegaskan tak mengincar kursi nomor 1 di MPR itu.

"PDIP tidak ingin terjebak melulu dalam urusan rebutan kekuasaan Ketua dan Wakil Ketua MPR. Karena PDIP stressing pada agenda, pada program," kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Basarah mengatakan yang menjadi fokus utama partainya adalah melanjutkan agenda besar MPR pada periode 2014-2019 yang tertunda karena Pemilu 2019. Agenda tersebut adalah mengamendemen UUD 1945 secara terbatas.

"Nah ini kan bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat karena kita tidak ingin partai-partai politik kok sibuk ngurusin posisi jabatan. PDIP keluar dari situasi itu dengan menawarkan agenda. Ini loh PDIP punya agenda, apa agendanya? Meneruskan agenda pimpinan MPR periode sekarang, yaitu mengamendemen secara terbatas UUD 1945," tuturnya.

Karena itu, kata dia, PDIP mengaku tak jadi masalah jika kursi Ketua MPR diduduki parpol lain. Asalkan agenda MPR untuk mengamendemen UUD 1945 secara terbatas dilanjutkan pimpinan MPR periode berikutnya.

"Kami, PDI Perjuangan, keluar dari paradigma itu, kami menawarkan bahwa PDIP punya agenda, ini loh agendanya, agendanya bukan agendanya PDI Perjuangan, agenda MPR sendiri untuk amendemen terbatas UUD 1945 begitu," ujar Basarah.

"Mengenai siapa pimpinannya, ya kalau agenda ini disepakati ya monggo silakan dipilih siapa ketuanya, kita memberi kesempatan, karena fokus PDIP bukan pada perebutan jabatan, tetapi bagaimana MPR memberikan manfaat pada kehidupan bangsa dan negara lima tahun ke depan ini," sambung dia.

Seperti diketahui, kursi pimpinan MPR saat ini menjadi rebutan parpol-parpol. Baik parpol koalisi Jokowi, seperti Golkar dan PKB, maupun parpol nonkoalisi Jokowi, seperti Gerindra, mengincar kursi nomor 1 di MPR itu.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.