Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Gonjang-ganjing KY, Eks Ketua Minta Dibentuk Majelis Etik

Nasional

Gonjang-ganjing KY, Eks Ketua Minta Dibentuk Majelis Etik

Rabu, 13 Mar 2019 10:42
Detik.com
Sumartoyo
JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki meminta semua isu miring di KY diselesaikan secara tuntas. Bila kuat dugaannya, sudah saatnya KY membentuk majelis etik.

"Desakan masyarakat sipil tersebut sebaiknya direspons oleh pimpinan KY dalam bentuk klarifikasi kepada Koalisi Masyarakat Sipil dan kepada kedua Komisioner," ujar Suparman kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Peradilan meminta Aidul Fitriciada Azhari mundur. Aidul dinilai telah melanggar etik, yaitu mendaftar hakim konstitusi, padahal masa jabatan baru habis 2020. Adapun komisioner Sumartoyo diminta mundur karena dinilai main mata dalam kasus Cipaganti Group.

"Jika memang cukup bukti/indikasi yang kuat dengan data/informasi yang akurat, maka bisa dilanjutkan dengan pembentukan majelis etik, tetapi jika tidak, pimpinan KY menjelaskan ke publik agar semuanya jelas. Jangan dibiarkan menjadi rumor yang akan merugikan nama baik dan kepentingan institusi KY," ujar Suparman.

Aidul dalam klarifikasinya menyangkal melanggar etik. Malah, ia bingung mengapa dia diminta mundur.

"Dasarnya ini ya? Saya malah bingung kesalahan saya di mana?" kata Aidul saat dimintai konfirmasi.

Adapun Sumartoyo membenarkan bahwa dulunya dia pernah menjadi pengacara kasus Cipanganti Group. Tapi ia menolak disebut 'mengatur pelaporan itu ke KY.

"Jadi terkait dimunculkannya dugaan konflik kepentingan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pemeriksaan laporan perkara tersebut sangat bernuansa fiktif dan fitnah kepada KY," ujar Sumartoyo kepada detikcom, Rabu (13/3/2019).

Adapun anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nasir Djamil, juga mendesak pembentukan Dewan Etik untuk dua pimpinan KY, yaitu Aidul Fitriaciada Azhari dan Sumartoyo.

"Ritme pergerakan dan marwah KY harus dijaga. Jangan sampai ulah sebagian orang akan merusak kinerja KY dalam mengawal proses independensi institusi peradilan di Indonesia," ungkap Nasir.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.