Kunjungan Jokowi ke Daerah Bencana
Hindari Kesan Kunjungan Wisata Bencana
Laporan : Joko Prasetyo
Minggu, 01 Nov 2015 20:52
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta kunjungan Presiden Joko Widodo ke daerah-daerah bencana menghindari kesan kunjungan wisata bencana. Penegasan tersebut disampaikan terkait kunjungan Presiden Jokowi menemui Suku Anak Dalam atau Orang Rimba yang berada di Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Provinsi Jambi, namun ternyata tidak memiliki pengaruh berarti dalam penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.
"Jika kasus kebakaran hutan terus-menerus terjadi, saya khawatir kunjungan presiden itu jangan sampai dianggap sebagai wisata bencana saja, dan tidak menyelesaikan masalah," kata Fadli Zon pada kegiatan Pressgathering di Lombok, NTB, Sabtu (31/10) malam.
Jokowi menemui Suku Anak Dalam atau Orang Rimba yang berada di Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Provinsi Jambi yang sebagian besar penduduknya terpapar asap kebakaran hutan.
Fadli mencatat kunjungan Jokowi ke Pulau Sumatera untuk menanggulangi dampak asap sudah dilakukan beberapa kali, namun hingga kini persoalan belum juga selesai. Fadli, juga menyinggung sorotan publik dan media massa mengenai rekayasa pendirian sumah singgah bagi Orang Rimba yang terkena asap, karena hany dibuat dalam satu malam.
"Jadi, untuk apa turun ke lapangan mengunjungi korban kabut asap kalau semata untuk pencitaraan. Nah, kalau rumah suku anak dalam di Jambi itu hanya dibuat semalam untuk menyambut kedatangan Presiden RI, apa itu hanya untuk pencitaraan?" ujarnya.
Fadli mengatakan upaya rekayasa yang dilakukan orang-orang disekiling Presiden Jokowi dinilai telah merusak "blusukan" yang selama ini telah menjadi program Jokowi dalam tiap kali kunjungannya. "Karena kalau begitu, dampak positifnya bagi rakyat tidak ada. Peran media memang penting termasuk dalam pencitraan itu," imbuh Fadli.
Pemerintah harus menyadari jika saat ini rakyat sedang sulit, semua harga kebutuhan pokok terus naik, tol naik, subsidi listrik dicabut dan sebagainya. Karena itu, presiden dinilai tidak cukup hanya mengimbau menteri-menterinya agar kerja keras, tapi juga harus bekerja dengan cerdas. "Jangan sampai Nawacita menjadi Nawa-Citata. Bayangkan, untuk penanganan kabut asap hanya dianggarkan Rp 1 miliar. Itu kan tidak masuk akal," kritiknya.
Acara silaturahmi pimpinan DPR dengan wartawan itu juga dihadiri Wakil Ketya BURT DPR Dimyati Natakusumah dan anggota DPR dari daerah pemilihan NTB Wilgo Zaenal. Dari pihak Setjen DPR dihadiri Sekjen DPR RI Winantuningtyastiti, beserta jajarannya.
nasional
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri