Sabtu, 16 Mei 2026

Hukuman Mati Perlu Didukung Perbaikan Sistem

Selasa, 03 Nov 2015 16:15
Ilustrasi: Okezone
JAKARTA – Penegakan hukuman mati terhadap gembong narkotika dinilai sebagai langkah tegas pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla. Namun, hukuman mati tersebut perlu didukung dengan perbaikan sistem yang lebih memadai.

Pengamat politik UIN Jakarta, Andi Safrani mengatakan, hukuman mati perlu diiringi dengan perbaikan sistem di dalamnya, salah satunya kecepatan dalam memutuskan perkara.

"Seyogianya diiringi dengan perbaikan dan perubahan sistem dalam memutuskan perkara kasus narkoba sehingga lebih cepat agar bandar narkoba berpikir lagi mengedarkan narkoba," kata Andi Safrani, Selasa (3/11/2015).

Selain itu, menurutnya, masyarakat berharap Indonesia bebas narkoba yang didukung aparatur Kejaksaan Agung yang mampu memberikan kepastian hukum berat bagi para perusak generasi bangsa tersebut.

Dia mengatakan, kebijakan pemerintahan yang menindak tegas para pengedar narkoba dianggap banyak kalangan sebagai prestasi dalam penegakkan hukum di Indonesia dan dunia internasional.

"Tindakan tegas ini bertujuan menyelamatkan generasi bangsa, " ujarnya.

Kesuksesan itu tidak terlepas dari peran banyak pihak, salah satunya adalah peran penting dari Kejaksaan Agung yang tidak bisa dinafikan, seperti April lalu yang sukses mengeksekusi delapan terpidana mati kasus Narkoba.

"Eksekusi mati memberikan efek psikologis bagi para pengendar. Walaupun beberapa presiden dari negara yang warganya dihukum mati memohon pembatalan eksekusi dan mengancam hubungan diplomatik dua negara," katanya.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah mengeksekusi delapan terpidana mati pada 29 April 2015. Mereka yaitu warga negara (WN) Australia Andrew Chan, WN Australia Myuran Sukumaran, WN Nigeria Martin Anderson, WN Raheem Agbaje, WN Brazil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, WN Nigeria Okwudili Oyatanze, dan WN Indonesia Zainal Abidin.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.