Jumat, 03 Jul 2026

Hukuman Mati Perlu Didukung Perbaikan Sistem

Selasa, 03 Nov 2015 16:15
Ilustrasi: Okezone
JAKARTA – Penegakan hukuman mati terhadap gembong narkotika dinilai sebagai langkah tegas pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla. Namun, hukuman mati tersebut perlu didukung dengan perbaikan sistem yang lebih memadai.

Pengamat politik UIN Jakarta, Andi Safrani mengatakan, hukuman mati perlu diiringi dengan perbaikan sistem di dalamnya, salah satunya kecepatan dalam memutuskan perkara.

"Seyogianya diiringi dengan perbaikan dan perubahan sistem dalam memutuskan perkara kasus narkoba sehingga lebih cepat agar bandar narkoba berpikir lagi mengedarkan narkoba," kata Andi Safrani, Selasa (3/11/2015).

Selain itu, menurutnya, masyarakat berharap Indonesia bebas narkoba yang didukung aparatur Kejaksaan Agung yang mampu memberikan kepastian hukum berat bagi para perusak generasi bangsa tersebut.

Dia mengatakan, kebijakan pemerintahan yang menindak tegas para pengedar narkoba dianggap banyak kalangan sebagai prestasi dalam penegakkan hukum di Indonesia dan dunia internasional.

"Tindakan tegas ini bertujuan menyelamatkan generasi bangsa, " ujarnya.

Kesuksesan itu tidak terlepas dari peran banyak pihak, salah satunya adalah peran penting dari Kejaksaan Agung yang tidak bisa dinafikan, seperti April lalu yang sukses mengeksekusi delapan terpidana mati kasus Narkoba.

"Eksekusi mati memberikan efek psikologis bagi para pengendar. Walaupun beberapa presiden dari negara yang warganya dihukum mati memohon pembatalan eksekusi dan mengancam hubungan diplomatik dua negara," katanya.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah mengeksekusi delapan terpidana mati pada 29 April 2015. Mereka yaitu warga negara (WN) Australia Andrew Chan, WN Australia Myuran Sukumaran, WN Nigeria Martin Anderson, WN Raheem Agbaje, WN Brazil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, WN Nigeria Okwudili Oyatanze, dan WN Indonesia Zainal Abidin.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor