Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • IPW: Pemerintah Lamban Bebaskan Dua WNI yang Disandera

IPW: Pemerintah Lamban Bebaskan Dua WNI yang Disandera

Rabu, 16 Sep 2015 09:02
Ilustrasi
Penyanderaan
JAKARTA - Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai langkah pemerintah dalam membebaskan dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Nugini (PNG), lamban. Padahal, kelambanan itu bisa berimbas pada nasib dua penebang kayu tersebut.

"Pemerintah Indonesia dinilai terlalu lamban dalam menangani kasus penculikan dan penyanderaan terhadap dua WNI yang diduga dilakukan OPM," katanya kepada Okezone, Selasa (15/9/2015).

IPW, sambung Neta, mendesak pemerintah untuk bertindak cepat untuk membebaskan kedua WNI tersebut. Supaya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dinilai melakukan kelalaian terhadap perlindungan warga negara.

"Langkah cepat pemerintah ini bisa dilakukan dengan cara memanggil Kapolri dan Kapolda Papua untuk mengetahui secara persis dimana dan bagaimana keberadaan kedua korban, apakah benar berada di wilayah PNG atau tidak? Kepastian posisi korban menjadi sangat penting dan Intelkam Polri harus benar-benar bisa memastikan keberadaannya, agar operasi pembebasan bisa segera dilakukan," tegasnya.

Diketahui, dua WNI diculik di Kampung Skofro, Keerom, Papua pada 9 September 2015. Informasi yang simpang siur menyebutkan keduanya dibawa OPM ke Skouwtiau PNG. Penculikan terjadi usai aksi penembakan terhadap pekerja kayu di perbatasan RI-PNG itu.

Dalam aksi penembakan itu satu tewas, dua melarikan diri, dan dua disandera. Keduanya bernama Sudirman dan Badar. Diduga keduanya diculik OPM kelompok Jefrison Pagawak alias Jeffry. Penculik minta keduanya di-barter dengan dua teman mereka yang ditahan Polsek Keerom karena kasus narkoba.

Sehinga, lanjut Neta, Intelkam Polri perlu memastikan keberadaan kedua korban. Jika keduanya memang berada di PNG, pemerintah harus segera mengkordinasikan Deplu, BIN, TNI, dan Polri untuk melobi dan memberi deadline pada pemerintah Papua Nugini untuk kemudian segera melakukan operasi pembebasan agar kedua WNI itu bisa dibebaskan dan nyawanya berhasil diselamatkan.

"Jika proses pembebasannya bertele-tele dikhawatirkan keduanya akan menjadi korban kebrutalan OPM," pungkasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor