IPW: Pemerintah Lamban Bebaskan Dua WNI yang Disandera
Rabu, 16 Sep 2015 09:02
"Pemerintah Indonesia dinilai terlalu lamban dalam menangani kasus penculikan dan penyanderaan terhadap dua WNI yang diduga dilakukan OPM," katanya kepada Okezone, Selasa (15/9/2015).
IPW, sambung Neta, mendesak pemerintah untuk bertindak cepat untuk membebaskan kedua WNI tersebut. Supaya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dinilai melakukan kelalaian terhadap perlindungan warga negara.
"Langkah cepat pemerintah ini bisa dilakukan dengan cara memanggil Kapolri dan Kapolda Papua untuk mengetahui secara persis dimana dan bagaimana keberadaan kedua korban, apakah benar berada di wilayah PNG atau tidak? Kepastian posisi korban menjadi sangat penting dan Intelkam Polri harus benar-benar bisa memastikan keberadaannya, agar operasi pembebasan bisa segera dilakukan," tegasnya.
Diketahui, dua WNI diculik di Kampung Skofro, Keerom, Papua pada 9 September 2015. Informasi yang simpang siur menyebutkan keduanya dibawa OPM ke Skouwtiau PNG. Penculikan terjadi usai aksi penembakan terhadap pekerja kayu di perbatasan RI-PNG itu.
Dalam aksi penembakan itu satu tewas, dua melarikan diri, dan dua disandera. Keduanya bernama Sudirman dan Badar. Diduga keduanya diculik OPM kelompok Jefrison Pagawak alias Jeffry. Penculik minta keduanya di-barter dengan dua teman mereka yang ditahan Polsek Keerom karena kasus narkoba.
Sehinga, lanjut Neta, Intelkam Polri perlu memastikan keberadaan kedua korban. Jika keduanya memang berada di PNG, pemerintah harus segera mengkordinasikan Deplu, BIN, TNI, dan Polri untuk melobi dan memberi deadline pada pemerintah Papua Nugini untuk kemudian segera melakukan operasi pembebasan agar kedua WNI itu bisa dibebaskan dan nyawanya berhasil diselamatkan.
"Jika proses pembebasannya bertele-tele dikhawatirkan keduanya akan menjadi korban kebrutalan OPM," pungkasnya.
Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah
KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer
Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif
SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw
LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau
PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.
Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional
BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me