Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ibu Kota Baru Bakal Punya Dua Jembatan Panjang di Atas Laut

nasional

Ibu Kota Baru Bakal Punya Dua Jembatan Panjang di Atas Laut

liputan6.com
Sabtu, 21 Sep 2019 13:31
liputan6.com

 Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai kawasan calon ibu kota baru.

Penetapan calon ibu kota baru di wilayah tersebut juga nantinya akan ditopang oleh keberadaan dua jembatan panjang yang membelah lautan, yakni Jembatan Pulau Balang dan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara.

Untuk Jembatan Pulau Balang sepanjang 1.750 meter, pengerjaan proyeknya telah dilakukan sejak September 2015. Proyek dengan kontrak tahun jamak senilai Rp 1,3 triliun ini ditargetkan penyelesainnya pada Februari 2021.

Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan prakualifikasi lelang untuk pengerjaan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara sepanjang 7,35 km.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengestimasikan, tahap konstruksi jalan to di ibu kota baru yang menelan investasi sebesar Rp 15,53 triliun tersebut dapat berlangsung pada 2020 mendatang.

"Lelang sudah jalan. Sudah ada pemasukan dokumen. Sekarang tinggal evaluasi kemudian negosiasi. Kalau saya sih optimis tahun depan sudah mulai," ujar dia .

Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara

Adapun pada proses prakualifikasi lelang Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara Agustus lalu, sejumlah perusahaan dalam dan luar negeri telah menunjukan minat untuk ikut serta dalam konstruksi proyek ini.

Perusahaan-perusahaan itu antara lain PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Toll Road, PT Tol Teluk Balikpapan, China Road and Bridge Corporation, China Communications Construction Engineering Indonesia, dan China Construction Eight Engineering Division Corp LTD.

Secara desain, Danang menjelaskan, jembatan tol ini modelnya bakal mirip dengan Tol Surabaya-Madura (Suramadu), yang memiliki suspension bridge untuk bisa dilalui kapal feri di bawahnya.

Dengan terbangunnya Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara, ia melanjutkan, itu bisa memangkas waktu tempuh antara dua kota tersebut dari 3-4 jam (jalur darat) atau 1 jam (menggunakan kapal feri) menjadi sekitar 15 menit.

"Kalau lewat darat kan lama, kalau muter di pesisir cukup banyak makan waktu. Jadi ada advantage-nya juga. Tinggal melihat apakah masyarakat mau membayar sejumlah tarif yang dikenakan itu," tukas Danang.

Pindah ke Kaltim, Ibu Kota Baru-Samarinda Tersambung Jalan Tol

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai kawasan calon ibu kota baru. Nantinya, wilayah tersebut juga bakal bisa tersambung dengan jalan tol menuju ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda.

Saat ini, di Kaltim sendiri tengah dikerjakan proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) sepanjang 99,35 km yang telah memasuki tahap akhir.

 

Kehadiran ruas tol ini disinyalir dapat memangkas waktu tempuh perjalanan Balikpapan menuju Samarinda maupun sebaliknya, dari 3-4 jam menjadi hanya 1 jam.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga tengah menginisiasi pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara sepanjang 7,35 km. Dengan begitu, perjalanan dari Balikpapan ke ibu kota baru nantinya bisa diakses melalui jalan bebas hambatan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit memproyeksikan, proyek Tol Balsam akan segera rampung dan diresmikan oleh Jokowi. Setelah itu, pengerjaan bisa berlanjut ke proyek Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara.

"Sebenarnya kan salah satu yang kita lihat adalah koneksi antara Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang mudah-mudahan sebentar lagi diresmikan Presiden, kemudian nyambung dengan (Tol) Balikpapan-Penajam Paser Utara," ungkap dia kepada Liputan6.com, seperti dikutip Sabtu (21/9/2019).



Tahap Konstruksi

Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 09:15

    Kesaksian Warga Pipa Gas PGN Bocor di Kranji: Ada Pekerjaan Beko

    Jakarta-Sebuah pipa gas bocor terjadi di Jl. Nangka Raya, Kranji, Bekasi pada Jumat, 29 Mei 2026. Pipa tersebut merupakan milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN).Ketua RW 07 Kelurahan Kranji, Fahmi, menj

  • Sabtu, 30 Mei 2026 08:58

    Manggala Agni Fokus Pendinginan Lahan Gambut Rohil dan Siak

    PEKANBARU-Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih terus menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan Pro

  • Sabtu, 30 Mei 2026 08:42

    Menkeu Purbaya Desak 20 Perusahaan CPO Kembalikan Uang Negara

    JAKARTA-Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meminta 20 perusahaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diduga melakukan praktik transfer pricing dan under-invoicing untuk segera menge

  • Sabtu, 30 Mei 2026 08:37

    Kebakaran Hebat di Marpoyan Damai Hanguskan Dua Rumah dan Sepeda Motor

    PEKANBARU-Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah bulatan, satu unit sepeda motor, dan rumah kontrakan dua pintu di Jalan Satria Gang Solansa, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, K

  • Sabtu, 30 Mei 2026 08:32

    Bareskrim Polri Geledah Kantor PT MMS Usut Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

    Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggeledah kantor PT MMS di Jalan Pademangan Barat, Jakarta Utara dan sebuah gudang di kawasan Laksana, Tangerang, Banten, Jumat (29/5/

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.