Nasional
Imigran di Pekanbaru Demo Kantor IOM: Jangan Lupakan Kami
Kamis, 08 Agu 2019 14:15
Mereka mengaku sudah bertahun-tahun bahkan hingga 7 tahun sejak 2012 mengungsi di Indonesia. Saat ini, mereka ingin ke Negara tujuan, yaitu Negara ketiga yang ditunjuk United Nations atau Perserikatan bangsa bangsa seperti Kanada, dan Australia.
Saat berunjuk rasa, mereka juga membawa anak-anak yang masih sekitaran usia 4 tahun ke atas. Dengan bermodal karton bertuliskan aspirasi melalui bahasa Inggris, mereka menduduki halaman luar kantor Graha Pena di Panam Pekanbaru, yang dijadikan kantor IOM.
"Kami sudah terlalu lama di sini. Kami seolah tidak memiliki masa depan. Kami punya keluarga dan anak-anak. Tapi mereka tidak peduli dengan kami," ujar seorang pengungsi asal Afghanistan, Azzad saat dikonfirmasi dengan menggunakan bahasa Inggris.
Azzad dan para imigran lainnya datang di bawah perlindungan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Namun mereka mengaku kurang diperhatikan.
Mereka tidak mendapat kepastian dari UNHCR, termasuk tujuan ke negara ketiga seperti Australia, dan Kanada. Ada 1.000 imigran yang mengungsi di Pekanbaru hidup dalam ketidakpastian.
"Don't forget us, (jangan lupakan kami)," lirih Azzad.
Mirisnya, anak-anak mereka tidak mendapat akses pendidikan, begitu juga dengan para pengungsi dewasa yang tidak memperoleh pekerjaan. "Kami sangat dilupakan," ucapnya.
Azzad dan imigran lainnya menyadari kebijakan negara ketiga seperti Australia dan Amerika yang tidak lagi menerima pengungsi seperti mereka. Namun, mereka butuh kepastian ditempatkan di negara manapun asal mendapat kebebasan.
"Kami ingin diperlakukan sebagai manusia," ujarnya.
Beberapa spanduk yang dibawa para pencari suaka asal Afganistan, Sudan, Iran, Iraq dan Palestina itu bertuliskan "Please pay attention to the forgotten refugees in Indonesia", "Please hear our poor voice", "We ask for justice and equity". '6 Years we are refugees'. 'We ask for justice and equity'. Juga ada tulisan, 'Stress, humilation, uncertainty, anxiety kill us gradually'.
Azzad dan teman-teman seperjuangannya tidak berarti menentang pemerintah atau masyarakat Indonesia. Dia mengaku selama ini telah diperlakukan dengan baik oleh masyarakat Pekanbaru.
Mereka berunjuk rasa hanya bertujuan untuk menunjukkan kepada UNHCR dan dunia bahwa ada 14.000 pencari suaka se Indonesia, dan 1.000 di antaranya yang terlupakan di Pekanbaru. "Tolong dengarkan suara kami. Lihatlah wajah-wajah kami. Ada begitu banyak pengungsi di sini," keluhnya.
Aksi damai yang digelar para pencari suaka itu mendapat pengawalan puluhan personel polisi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada perwakilan IOM maupun UNHCR yang menemui mereka. Sebelumnya, aksi serupa juga digelar para pencari suaka di sejumlah wilayah di Indonesia seperti Tanjung Pinang, Kepulauan Riau serta di Jakarta.
Kapolsek Bukit Raya Kompol Bainar menyebutkan, pihaknya hanya sebagai
pengamanan dalam aksi unjuk rasa tersebut. "Mereka minta bertemu dengan
pihak IOM, dan kita minta perwakilan mereka untuk bertemu dan
menyampaikan aspirasi saudara-saudara kita ini kepada IOM," kata Bainar
kepada merdeka.com, di lokasi.
(merdeka.com)
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik
Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait
Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta
SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut