Sabtu, 30 Mei 2026

Nasional

JK Beri Syarat Jika GBHN Dihidupkan Kembali

Selasa, 13 Agu 2019 15:15
Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Biro Setwapres)
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai wacana menghidupkan kembali garis besar haluan negara (GBHN) bagus. Tapi, JK memberi syarat GBHN jangan mengubah sistem tata negara yang sudah ada saat ini.

"Seperti yang saya katakan tadi, Kalau hanya GBHN secara prinsip itu bagus. Asal jangan mengubah seluruh sistem lagi. Karena itu juga hasil MPR baru 15-16 tahun itu," kata JK di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

JK menuturkan pemerintah saat ini sudah memiliki rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Berbeda dengan GBHN yang berasal dari MPR, RPJMN disusun oleh presiden.

"Sekali lagi kita ada RPJM. UU juga, mengikat juga. Cuma itu berasal dari pada hasil kampanye presiden. Ini dibalik. GBHN itu, iniloh yang harus anda kerjakan. Kalau sekarang, ini yang akan saya kerjakan," jelasnya.

JK menyebut antara RPJMN dan GBHN bisa dikolaborasikan. Dia menyerahkan usulan tersebut kepada masyarakat.

"Ya kita setuju ada kesepakatan bersama. Jadi terbalik. Nanti presiden, dari kampanye, 'saya bisa menjalankan GBHN dengan cara begini, begini'. Sekarang, bertanding program. Sama style AS. Sekarang terserah masyarakat. Kesepakatan dulu baru terpilih, atau janii kampanye jadi rencana," jelasnya.

Terkait amandemen UUD 1945, JK tidak setuju. Amandemen dinilai akan menerima banyak penolakan dari masyarakat.

"Itu rumit lagi. Beresiko. Banyak perubahan yang rakyat belum tentu setuju. Contoh, presiden dipilih MPR karena lembaga tertinggi. Maka dia berhak memilih presiden. Kalau gitu lain lagi soal. Apakah rakyat setuju haknya diambil untuk pemilihan langsung?" jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bicara tentang wacana penghidupan kembali GBHN. Menurut Tjahjo, GBHN diperlukan oleh presiden untuk menepati janji yang bersifat jangka panjang.

"Saya kira negara secara komprehensif harus punya perencanaan jangka panjang. Mulai dari zaman Pak Sukarno, Pak Harto (Soeharto) dengan repelitanya dan sistem pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat," kata Tjahjo kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

"Janji seorang presiden menjadi program perencanaan. Bisa 5 atau 10 tahunan. Jangan sampai terputus kesinambungan dan perencanaan jangka panjang, ya perlu GBHN," imbuhnya.


(Detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.