Senin, 25 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jane Foster, Intelijen Cantik Amerika yang Memata-matai Soekarno Setelah Kemerdekaan Indonesia

Nasional,

Jane Foster, Intelijen Cantik Amerika yang Memata-matai Soekarno Setelah Kemerdekaan Indonesia

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 08 Agu 2025 16:06
okezone.com
PASCA Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, negara ini tidak hanya menjadi sorotan dunia Internasional, tetapi juga menjadi target pengawasan berbagai agen mata-mata asing. Salah satu sosok penting yang berperan mengintai Republik Indonesia adalah Jane Foster, seorang intelijen cantik asal Amerika Serikat yang beroperasi di masa kritis tersebut. 

Siapakah Jane Foster dan bagaimana perannya dalam perpolitikan Indonesia pasca perang dunia kedua?

Profil Singkat Jane Foster

Jane Foster lahir pada tahun 1912 di San Francisco, California. Setelah menempuh pendidikan di Mills College, Oakland, ia memasuki dunia intelijen dengan bergabung ke Office of Strategic Services (OSS) pada tahun 1943, lembaga intelijen Amerika Serikat yang merupakan cikal bakal CIA. 

Foster awalnya bertugas di Salzburg, Austria, lalu dipindahkan ke Sri Lanka sebelum akhirnya terlibat dalam operasi intelijen di Asia Tenggara, termasuk Indonesia pasca kemerdekaan 1945.

Foster pernah menikah dengan diplomat Belanda dan menetap di Jawa pada 1936, Foster memiliki pemahaman mendalam soal budaya dan kondisi lokal Indonesia, membuatnya mudah beradaptasi dan memperoleh akses penting ke tokoh-tokoh nasionalis seperti Soekarno dan Mohammad Hatta.

Misi Utama: Memata-matai Indonesia yang Baru Merdeka

Pada Agustus 1945, lewat perintah Kolonel John Coughlin dari OSS, Jane Foster diberi tugas utama melaporkan situasi politik dan pandangan para pemimpin Indonesia. 

Foster mengadakan wawancara langsung dengan Soekarno, Mohammad Hatta, Amir Syarifudin, serta tokoh penting lainnya, untuk mengetahui sejauh mana dukungan atau ancaman gerakan nasionalis terhadap kepentingan Amerika dan Sekutu.

Dari laporannya, Foster menyimpulkan bahwa gerakan nasionalis Indonesia tidak bagian rencana komunis Rusia ataupun Jepang, melainkan ledakan alami akibat penindasan kolonial yang sudah berlangsung lama. Menariknya, ia menegaskan bahwa para pemimpin Indonesia lebih mengutamakan diplomasi dan perdamaian ketimbang revolusi bersenjata.

Reaksi dan Kecewa Jane Foster terhadap Kebijakan AS

Meskipun Foster menunjukkan simpati terhadap perjuangan Indonesia dalam laporan rahasianya, kebijakan luar negeri Amerika saat itu berbeda. Presiden Truman, menggantikan Roosevelt, lebih mendukung kembalinya kekuatan kolonial, seperti Belanda, untuk menguasai kembali wilayah jajahan mereka, termasuk Indonesia. Kebijakan ini memicu kekecewaan Foster yang secara pribadi menyaksikan kekejaman penjajahan Eropa di Asia Tenggara dan mengutuk keras keputusan tersebut

"Ini adalah pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan yang harus dihormati," ungkap Foster dalam salah satu laporan rahasianya yang dikutip media internasional.

Jane Foster dan Warisan Intelijen yang Tersisa

Setelah meninggalkan OSS pada 1946, Foster memilih menetap di Paris dan menghindari dunia intelijen. Namun, jejaknya tetap menjadi bukti bahwa Indonesia pasca-kemerdekaan adalah pusat perhatian dunia, terutama dalam perebutan pengaruh geopolitik antara Barat dan negara-negara bekas penjajah.

Dengan menyelami sejarah Jane Foster, kita dapat lebih memahami betapa strategisnya posisi Indonesia dalam panggung dunia, yang tidak hanya dilihat dari sisi politik dan diplomasi, tetapi juga dalam ranah intelijen.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • Kamis, 21 Mei 2026 17:50

    IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Sebuah per

  • Kamis, 21 Mei 2026 09:26

    Polsek Kelayang Ungkap Kasus Narkotika Di Desa Talang Pring, Dua Tersangka Dibekuk BB Puluhan Gram Sabu

    INHU-Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Kelayang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di D

  • Rabu, 20 Mei 2026 11:01

    Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Diciduk Satresnarkoba Polres Inhu, Sejumlah Barang Bukti Disita

    INHU-Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Rengat kembali berhasil diungkap jajaran Satresnarkoba Polres Indragiri Hulu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu diamankan polisi s

  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.