Jangan Sampai Kemampuan TNI Dimanfaatkan Kekuasaan
Selasa, 06 Okt 2015 11:30
"Harus dikaji keterlibatan TNI dalam melaksanakan operasi militer selain perang (OMSP). Jangan sampai kebutuhan kemampuan TNI dalam tugas-tugas nirmiliter menjadi modus baru hegemoni kekuasaan" ujar Fahmi kepada Okezone, Selasa (6/10/2015).
Fahmi mencatat, diantara kegiatan tersebut dukungan TNI salah satunya pada program ketahanan dan swasembada pangan. Guna menyukseskan proyek tersebut, korps militer melakukan operasi pemberantasan pupuk ilegal, penyelewengan pupuk subsidi yang dianggapnya kebablasan. Sehingga berpotensi melanggar KUHAP dan mengganggu penegakan hukum oleh lembaga lain.
"TNI menggelar posko di Kodim untuk memastikan kelancaran program swasembada pangan. Ini berpotensi mengulang masa orba, kita berhasil swasembada tapi dengan tekanan luarbiasa pada petani," imbuhnya.
Selanjutanya, keterlibatan secara agresif TNI dalam pengamanan obyek vital, seperti di bandara, pelabuhan, perkeretaapian hingga kilang-kilang pertamina dan lapas. Meski berdalih amanat UU Obvitnas, Fahmi menyebut hal tersebut menimbulkan tanya.
"Ada apa dengan Pam Obvit oleh Polri, apakah mereka dianggap gagal atau tidak mampu?" sambungnya.
Fahmi menambahkan, maraknya alih status personil TNI menjadi aparatur sipil negara (ASN) di kementerian dan BUMN, dengan dalih pengamanan dan kebutuhan juga menjadi persoalan tersendiri. Pada masa orba, sikap tersebut dinamakan dengan 'tugas karya' yang belakangan disebut sebagai dwifungsi TNI.
"Pada masa reformasi, tugas karya diatur secara ketat dan hanya boleh di sejumlah instansi yang terkait keamanan nasional," bebernya.
Poin-poin tersebut lantas menggiring TNI pada multi fungsi. Padahal, lanjut Fahmi, bertentangan dengan pendekatan Minimum Essential Forces (MEF) dalam pengembangan kekuatan dan kemampuan TNI. Dalam MEF mencakup tiga hal utama yakni organisasi, personel dan materiil yang meliputi alat utama, sarana dan prasarana.
"Jika pada fokus dan tugas pokoknya TNI masih belum ideal, lalu mengapa 'cawe-cawe' ke urusan yang lain? Saya berharap jangan sampai TNI nanti bertukar peran dengan satpam. TNI jaga aset korporasi dan Satpam jaga perbatasan," pungkasnya.
3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing
Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP
Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026
PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l
Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal
BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D
Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk
Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta