Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jokowi Minta Aparat Tak Bisa Atasi Karhutla Dicopot, Ini Kata Polri

Nasional

Jokowi Minta Aparat Tak Bisa Atasi Karhutla Dicopot, Ini Kata Polri

Rabu, 07 Agu 2019 09:35
Antara
Kebakaran hutan di Riau
JAKARTA - Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) mengingatkan perintahnya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar mencopot jajarannya yang tak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Merespons hal itu, Polri mengatakan selama ini pihaknya terus melakukan langkah pencegahan agar kebakaran lahan tak terjadi.

"Polri tetap menggunakan pendekatan preventif yang sifatnya edukasi kepada masyarakat, bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk merubah budaya masyarakat membakar kebun, ke perusahaan-perusahaan kebun untuk menjaga lahannya, tindakan preventif dengan melaksanakan patroli terpadu di wilayah-wilayah rawan hot spot dan langkah terakhir adalah penegakan hukum," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (6/8/2019) malam.

Dedi mengatakan ada 26 orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Dia mengatakan ada 13 tersangka yang berkasnya sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan untuk keperluan penuntutan.

"Jumlah laporan polisi 26. Jumlah tersangka 26 orang," ujarnya.

Jokowi sebelumnya memberikan arahan tegas terkait penanganan karhutla. Arahan tegas tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan dalam rapat koordinasi nasional pengendalian karhutla. Menko Polhukam Wiranto, Menteri KLHK Siti Nurbaya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir dalam rapat tersebut.

Jokowi awalnya berbicara tentang aturan penanganan karhutla. Dia menegaskan aturan yang disampaikannya sejak 2015 masih berlaku.

"Dan aturan main kita tetap, masih sama. Saya ingatkan pangdam, danrem, kapolda, kapolres, aturan main yang saya sampaikan 2015 masih berlaku," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8).

"Yang tidak bisa mengatasi dengan perintah yang sama, copot kalau tidak bisa mengatasi yang namanya kebakaran hutan dan lahan," tegasnya


(Detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.