Nasional
Jokowi Unggul 20% di Survei, PDIP: Bukti Strategi Hoax Tak Pengaruh
Kamis, 17 Jan 2019 09:52
"Hasil survei Charta Politika terbaru yang menunjukkan stagnansi elektabilitas Prabowo-Sandi selama 3 bulan kampanye pertama (35,5% di Okt & 34,1% di Des) membuktikan bahwa strategi hoax yang dilakukan paslon 02 tidak mempunyai dampak elektoral," ujar Politikus PDIP Charles Honoris, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/1/2019).
"Strategi hoax tersebut bukan saja tidak berhasil menurunkan elektabilitas Jokowi-KH Ma'ruf Amin (53,2% di Oktober dan Desember), tapi juga gagal menaikkan elektabilitas Prabowo-Sandi sendiri," imbuhnya.
"Hoax diproduksi terus oleh Prabowo-Sandi, meskipun kebohongan mereka sudah sering kali ditelanjangi. Misalnya saja soal 1 selang cuci darah di RSCM disebut digunakan untuk 40 orang (padahal 1 selang untuk 1 pasien); dan terbaru Garuda disebut bangkrut (padahal masih beroperasi); cadangan beras nasional disebut hanya cukup 3 minggu (padahal menurut Bulog bisa sampai akhir 2019), dan masih banyak lagi," tutur Charles.
Menurut Charles, gagalnya strategi hoax kubu Prabowo-Sandiaga itu lantaran masyarakat sudah cerdas. Masyarakat Indonesia sudah dapat memilah mana kebohongan dan mana kebenaran.
"Barangkali awalnya Prabowo-Sandi berpikir strategi hoax yang dilakukannya bisa sukses, sebab seperti kata Joseph Goebbels 'kebohongan yang diulangi terus menerus kelak akan dipercayai sebagai kebenaran'. Namun, ternyata masyarakat Indonesia sudah cerdas, sehingga strategi hoax yang dilakukan Prabowo-Sandi sama sekali tidak bisa menggoyang pilihan politik rakyat," ujarnya.
"Masak rakyat juga yang harus menanggung kerusakan akibat tujuan politik elite yang gagal. Saya berhadap debat presidensial pertama yang dihelat sebentar malam akan menjadi momentum bagi Prabowo-Sandi untuk meninggalkan strategi hoax yang terbukti gagal menaikkan elektabilitasnya dan merusak kehidupan masyarakat. Untuk kemudian memulai kampanye positif dengan adu gagasan, program dan rekam jejak bersama Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin," kata Charles.
Survei Charta Politika menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 53,2%. Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga 34,1%. Dalam survei itu, sebanyak 12,7% responden belum memutuskan atau tidak menjawab.
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara