Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kapolda: Tablig Akbar PA 212 di Solo Ajak Massa Coblos Nomor 02

Nasional

Kapolda: Tablig Akbar PA 212 di Solo Ajak Massa Coblos Nomor 02

Senin, 14 Jan 2019 15:30
Detik.com
Aksi PA 212 di Bundaran Gladag Solo, Minggu (13/1) kemarin
SEMARANG - Kapolda Jateng, Irjen (Pol) Condro Kirono, menyebut sejumlah catatan dari pelaksanaan tabligh akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 Solo Raya. Menurutnya, selain tak berizin, ternyata jumlah ada ajakan mencoblos no urut 02.

Kapolda menjelaskan, aksi yang digelar Minggu kemarin di Bundara Gladag, Solo, tersebut sebenarnya tidak berizin karena sejak awal sudah disarankan jika murni kegiatan agama maka diarahkan ke Masjid Agung.

"Acara Tablig Akbar PA 212 di Solo sudah kita sarankan untuk di Masjid Agung kalau itu kegiatan agama, jangan di Gladag, Jalan Slamet Riyadi karena jalan umum. Mereka berpendapat bahwa kegiatan mereka giat agama sehingga tidak perlu izin, cukup pemberitahuan, sudah kita jelaskan bahwa kalau akan dilaksanakan di jalan umum harus ada rekomendasi atau izin dari dishub solo, tapi mereka tidak mengurusnya," jelas Condro Kirono, Senin (14/1/2019).

Meski izin tidak dikeluarkan, kepolisian tetap memberikan kompensasi acara digelar dan pengamanan juga digelar. Kapolda juga mengakui penyekatan juga dilakukan di sejumlah titik lokasi.

"Karena tidak ada izin maka giat mereka juga kita batasi dan kita sekat di beberapa titik. Dan memang betul ternyata saat pelaksanaan bukan mengajak kebaikan tetapi malah mengajak massanya untuk coblos nomor 02 dan menebar kebencian dan permusuhan," tandasnya.

Lebih lanjut Condro juga menyayangkan ulah peserta aksi yang membully anggota polisi yang sedang melakukan pengamanan. Seperti pada video yang berbedar, terlihat seorang polisi yang diam ketika dibentak seseorang saat pengamanan tablig akbar PA 212 di Solo.

Dalam video itu, seorang pria membawa ponsel menyorotkan kameranya ke arah petugas yang melakukan pengamanan. Polisi dianggap menghalang-halangi sehingga pria tersebut terus marah-marah sedangkan polisi memilih diam termasuk ketika pria itu berusaha menggeser pagar pembatas.

"Karena merasa dihalangi polisi mereka membully dan mendelegetimasi polisi seolah-olah memusuhi umat Islam. Tapi kami tidak represif, tetap senyum dan simpatik, walaupun dibully," kata Condro.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.