nasional
Kapolri Jelaskan Kronologi Rusuh Wamena Dipicu Murid Salah Dengar Ucapan Guru
merdeka.com
Selasa, 24 Sep 2019 15:26
Kerusuhan terjadi di Wamena, Jayapura, Papua pada Senin (23/9) kemarin. Peristiwa itu bermula dari isu beredar yang menyebut seorang guru menyampaikan perkataan menyinggung pada muridnya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan awal mula isu beredar berbuntut situasi memanas.
"Di hari yang sama (dengan kerusuhan di Expo Waema), pagi harinya di SMA PGRI ada isu bahwa ada seorang guru yang sedang mengajar menyampaikan pada muridnya bahwa kalau bicara keras," kata Jenderal Tito dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Selasa (24/9).
"Terdengar, oleh murid ini kera. Sehingga dikatakan ke temannya bahwa dikatakan mohon maaf kera. Padahal yang dikatakan 'jangan bicara keras'. Hanya saja mungkin tonenya, dan s nya terdengar lemah," sambung Tito.
Berawal dari isu itulah, muncul informasi di masyarakat dan dikembangkan. Seolah-olah ada guru bersikap rasisme, mengatakan kata-kata tidak pantas yang melukai hati, padahal belum tentu benar.
"Dan kita yakin yang mengembangkannya adalah kelompok tadi, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menggunakan seragam SMA. Kita sedang cari orangnya," jelasnya.
Setelah itu, kata Tito, isu tersebut begitu cepat beredar. Sejumlah pelajar diprovokasi, hingga akhirnya mereka berkumpul dan bergabung.
"Saat itu ada petugas dengan cepat datang dari polres, kodim, tapi massa sudah terlanjur besar lebih kurang 2.000 orang," katanya.
Menurut Tito, massa langsung bertindak anarkis dengan melempar batu dan melakukan pembakaran. Bahkan masyarakat pendatang di Papua juga jadi sasaran massa.
"Ada yang melempar batu ke toko di sekitar, bakar kantor bupati, rusak fasilitas, mobil dan motor dibakar," jelasnya.
Melihat situasi yang tidak lagi kondusif, petugas berusaha mengendalikan amarah warga. Sejumlah orang ditangkap.
"Jadi isu hoaks itu mulai pukul 07.30 WIT sampai 15.00 WIT," jelasnya.
nasional
Menkeu Purbaya Desak 20 Perusahaan CPO Kembalikan Uang Negara
JAKARTA-Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meminta 20 perusahaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diduga melakukan praktik transfer pricing dan under-invoicing untuk segera menge
Kebakaran Hebat di Marpoyan Damai Hanguskan Dua Rumah dan Sepeda Motor
PEKANBARU-Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah bulatan, satu unit sepeda motor, dan rumah kontrakan dua pintu di Jalan Satria Gang Solansa, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, K
Bareskrim Polri Geledah Kantor PT MMS Usut Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit
Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggeledah kantor PT MMS di Jalan Pademangan Barat, Jakarta Utara dan sebuah gudang di kawasan Laksana, Tangerang, Banten, Jumat (29/5/
Satgas Anti Narkoba Rohil Berhasil Ungkap Kasus Narkotika di Panipahan Darat
PANIPAHAN-Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hilir kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengam
Gagal Menyalip dari Kiri, Pengendara Motor di Pekanbaru Tewas Tergilas Truk Tangki
PEKANBARU-Kecelakaan maut yang merenggut nyawa kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan tewas seketika setelah terlindas oleh truk tangki di Jalan Soekarno Hatta j