Senin, 25 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Karakter Animasi Merah Putih Diduga Hasil Beli, Siapa Investornya?

Nasional,

Karakter Animasi Merah Putih Diduga Hasil Beli, Siapa Investornya?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 11 Agu 2025 10:33
Berita satu.com
Film animasi Merah Putih: One For All yang digarap untuk menyambut HUT ke-80 RI tengah menjadi sorotan panas di media sosial.

Trailer film bertema kebangsaan ini menuai kritik warganet karena kualitas grafis yang dinilai seadanya, padahal rencananya akan tayang di bioskop.

Isu ini kian memanas setelah muncul dugaan kemiripan karakter dengan model 3D yang dijual di platform Content Store.

Kontroversi ini bermula dari unggahan akun Instagram @vektorkades, yang membagikan perbandingan gambar karakter film dengan aset 3D komersial.

Potongan adegan dari film disandingkan dengan gambar aset menunjukkan kemiripan jelas pada bentuk wajah, gaya rambut, dan proporsi tubuh. Perbedaan hanya terlihat pada warna kulit, kostum, dan beberapa detail minor.

Aset-aset tersebut meliputi empat model 3D, yaitu Jayden karya Junaid Miran, Tommy karya Chihuahua Studios, serta Ned dan Francis dari Reallusion, yang dijual seharga sekitar US$ 43,50 atau setara Rp 700.000.

Warganet juga membandingkan kualitasnya dengan film animasi Jumbo yang pernah memecahkan rekor penonton di Indonesia. Hasilnya, banyak yang menyebut perbedaannya bak langit dan bumi.

Sorotan Anggaran Produksi
Film ini menuai pertanyaan publik bukan hanya soal orisinalitas desain, tetapi juga penggunaan anggaran yang mencapai Rp 6,7 miliar.

Produser Toto Soegriwo mengaku film berdurasi sekitar 70 menit ini digarap dalam waktu kurang dari satu bulan.

Bahkan, beberapa unggahan di YouTube mengungkap dugaan penggunaan aset stok, seperti latar Street of Mumbai dari Daz3D, yang harganya hanya belasan dolar AS.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar, bagaimana anggaran miliaran rupiah itu dikelola?

Siapa Investor di Balik Proyek Ini?
Ternyata, investor film ini bukanlah satu studio animasi besar atau investor tunggal. Produser di balik Merah Putih: One For All adalah Perfiki Kreasindo.

Perfiki sendiri merupakan singkatan dari Persatuan Produser Film Indonesia, sebuah asosiasi produser film tanah air.

Dengan model pendanaan kolektif, dana Rp 6,7 miliar ini kemungkinan berasal dari kas organisasi atau patungan para anggota.

Pendanaan seperti ini umumnya dilakukan untuk proyek dengan urgensi tinggi, seperti menyambut momen nasional HUT ke-80 RI.

Selain itu, proyek bertema kebangsaan kerap membuka peluang kolaborasi dengan BUMN atau lembaga pemerintah, baik dalam bentuk sponsor maupun dukungan non-finansial.

Strategi atau Pertaruhan?
Meski pendanaan kolektif bisa menjadi strategi efisien, publik kini mempertanyakan apakah pengerjaan kilat dan penggunaan aset siap pakai adalah langkah tepat.

Di satu sisi, metode ini bisa mempercepat produksi. Di sisi lain, risiko penurunan kualitas bisa merusak reputasi para produser di mata penonton yang semakin kritis.

Kontroversi seputar Merah Putih: One For All memperlihatkan tantangan besar dalam industri animasi Indonesia. Dengan pendanaan kolektif melalui Perfiki Kreasindo, proyek ini memanfaatkan aset siap pakai demi efisiensi waktu.***(Berita satu.com)
Sumber: Berita satu.com

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • Kamis, 21 Mei 2026 17:50

    IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Sebuah per

  • Kamis, 21 Mei 2026 09:26

    Polsek Kelayang Ungkap Kasus Narkotika Di Desa Talang Pring, Dua Tersangka Dibekuk BB Puluhan Gram Sabu

    INHU-Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Kelayang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di D

  • Rabu, 20 Mei 2026 11:01

    Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Diciduk Satresnarkoba Polres Inhu, Sejumlah Barang Bukti Disita

    INHU-Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Rengat kembali berhasil diungkap jajaran Satresnarkoba Polres Indragiri Hulu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu diamankan polisi s

  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.