Kasus Pencucian Uang yang Terlupakan dalam Lawatan Jokowi
Kamis, 30 Jul 2015 15:23
JAKARTA-Posisi Singapura sebagai lokasi pencucian uang hasil korupsi di Indonesia belum menjadi sorotan dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negeri itu.
Padahal, menurut pengamat hubungan internasional Dinna Wisnu, sampai sekarang masih ada isu besar bahwa Singapura adalah tempat pencucian uang hasil korupsi di Indonesia.
"Penting sekali untuk Indonesia membicarakan juga tentang kegiatan-kegiatan yang sifatnya ilegal. Di sini kita mau memberantas, tapi orangnya malah lari ke Singapura," ujarnya beberapa waktu lalu.
Selain itu, ada masalah lain seperti penyelundupan BBM, mineral, kayu, dan timah yang berujung ke Singapura. "Solusinya seharusnya lebih dari sekadar apa yang tertulis di atas kertas," ucap Wisnu.
Sejak 2007, Indonesia memang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Singapura. Namun, nota kesepahaman baru membahas hal yang umum dan normatif, belum sampai ke hal-hal teknis yang menunjukkan bagaimana pemberantasan tindak kriminal tersebut akan dilakukan.
"Kerjasama antarkepolisian, kerjasama antar-patroli darat maupun laut, sampai kerjasama di bidang teknologi untuk mengawasi dokumentasi. Aspek-aspek itu seharusnya bisa dieksplorasi lebih jauh," ucapnya.
Sementara lewat kunjungan ke Singapura itu, Presiden Jokowi menyampaikan keinginan Indonesia mengejar peluang bisnis dan investasi.
Dalam kunjungan dua hari yang dilakukan sejak Selasa lalu, Jokowi juga bertemu dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong serta Presiden Tony Tan Keng Yam.
Dalam konferensi pers bersama PM Lee Hsien Loong, Jokowi mengatakan, Indonesia ingin mengambil langkah serius untuk menyelesaikan masalah di zona industri kawasan perdagangan bebas. Seperti di Batam, Bintan, dan Karimun.
Jokowi juga membenarkan bahwa Indonesia masih memiliki isu korupsi yang harus diselesaikan. "Betul, kami punya banyak pekerjaan rumah di Indonesia. Kondisi internal harus ramah pebisnis dan izin-izin harus disederhanakan. Kami harus melawan korupsi," tutur suami Iriana Jokowi itu.
Salurkan Beasiswa Nasional, Langkah BNI Dukung Pemerataan Pendidikan
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Har
Harga BBM BP dan Vivo Naik Jadi Rp30.890 per Liter di Mei 2026, Pertamina Kapan?
JAKARTA - Harga BBM di SPBU swasta seperti Vivo dan BP naik pada 1 Mei 2026. SPBU Vivo dan BP kompak menaikkan harga BBM menjadi Rp30.890 per liter.Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Pl
Menko Yusril Tegaskan Fungsi Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
JAKARTA â€" Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa posisi Komnas HAM harus diperkuat. Ia menilai fungsi pengawasan dan penegak
23 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ketahuan Pakai Visa Nonprosedural
JAKARTA â€" Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunda keberangkatan calon jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa nonprosedural. Kali ini, sebanyak 23 orang dicegah berangkat saat hen
May Day di Jakarta, Ratusan Aktivis hingga Pejabat Negara Serukan Kesejahteraan Buruh
JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.Kegiatan te