Nasional
Kepretan Rizal Ramli untuk Pidato Jokowi
Selasa, 26 Feb 2019 10:13
Rizal Ramli mengkritik habis-habisan pidato Jokowi di Konvensi Rakyat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). Dia menyebut isi pidato Jokowi bertajuk 'Optimisme Indonesia Maju' mulai dari overclaim, cara receh hingga kerdil.
Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan dalam 4 tahun terakhir pemerintahannya sudah menggelontorkan dana desa hingga Rp 187 triliun. Menurut Rizal Ramli, Jokowi terlalu mengklaim berlebihan atau overclaim.
"Kok bisa-bisanya Pak Jokowi bilang dimulai dari dia alokasi dana desa. Kalau tak ada UU, Presiden Widodo tak bisa bagi-bagi uang, itu bisa kena tuduhan korupsi. Tapi karena ada UU itu Pak Jokowi bisa laksanakan ini," paparnya.
"Jadi kebiasaan untuk overclaim dan sekaligus meniadakan prestasi orang lain ini sikap kurang ksatria," imbuhnya.
Selanjutnya pidato Jokowi yang pamer program baru berupa kartu. Ada tiga kartu baru yang dipamerkan Jokowi, yaitu Kartu Sembako Murah, Kartu Pra-Kerja dan KIP Kuliah.
Rizal Ramli mengkritik program tersebut. Dia menilai 'kartu sakti' Jokowi merupakan cara-cara receh.
"Kami tak setuju cara-cara receh yang hanya memberikan gula-gula tapi tidak memecahkan masalah," ujar pria yang akrab disapa RR di lokasi yang sama.
"Jadi daripada cara recehan banget, bikin UU pemberian tanah untuk universitas," sebutnya.
'Kepretan' terakhir Rizal Ramli yakni pidato Jokowi yang menyinggung soal pengembalian konsesi lahan. Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan bahwa dia menunggu pengembalian konsesi lahan besar kepada negara untuk diberikan kepada rakyat.
Jokowi memang tak menyebutkan identitas yang ia tunggu mengembalikan konsesi lahan. Namun, menurut Rizal Ramli, pengembalian konsesi lahan yang disinggung Jokowi harus berlaku juga terhadap para pemilik konsesi lahan besar yang ada di kubunya.
"Saya mohon maaf, pidato seperti itu menunjukkan Presiden Widodo kerdil karena pemilik tanah paling besar ada di sekitarnya. Kalau mau, semua tanah besar dibagikan ke rakyat," tuturnya.
"Jadi jangan kerdil jadi presiden, makanya saya mulai kesal. Harusnya kebijakannya berlaku untuk semua, bukan orang per orang," terang Rizal Ramli.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin lantas membela. Juru bicara TKN Irma Suryani Chaniago menyebut Rizal Ramli yang memiliki pikiran sesat lantaran menyebut pengembalian konsesi lahan pemikiran kerdil.
"Saya kira tanggapan Rizal Ramli yamg memperlihatkan kekerdilan beliau dalam melihat persoalan. Bung Rizal ini sesat pikir akibat keberpihakan. Yang teriak-teriak soal kehadiran negara siapa? Yang teriak-teriak keberpihakan pada rakyat siapa? Yang tidak setuju presiden memberikan kemudahan sertifikat atas tanah siapa? Yang ketakutan tanah negara habis karena negara peduli pada rakyat siapa?" kata Irma kepada wartawan, Senin (25/2).
nasional
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara