Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kumpulkan Data Penyebab KRL Anjlok, KNKT Butuh Waktu 2 Minggu

Nasional

Kumpulkan Data Penyebab KRL Anjlok, KNKT Butuh Waktu 2 Minggu

Selasa, 12 Mar 2019 09:42
Detik.com
JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus melakukan investigasi terkait penyebab pasti tergulingnya KRL KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor. KNKT mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data hingga dua minggu ke depan.

"Hari ini mungkin sampai dua minggu atau tiga minggu ke depan kita masih mengumpulkan data, karena pemeriksaan sarana di diponya agak lama, kurang-lebih dua minggu," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat dihubungi detikcom, Senin (11/3/2019).

Soerjanto mengatakan saat ini pihaknya belum masuk pada proses analisis. Menurutnya, analisis ini baru akan dilakukan setelah seluruh data yang dibutuhkan terkumpul.

"Jadi kita baru tahap pengumpulan data faktual, belum mulai masuk ke analisis. Masuk ke analisis setelah dua minggu, setelah semua datanya terkumpul," ujar Soerjanto.

Menurutnya, saat ini pihaknya baru mendapatkan data terkait sarana dan prasarana KRL KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor. Dia juga mengatakan saat ini pihaknya tengah mengunduh data black box kereta tersebut.

"Data prasarana, data perawatan prasarana, terus data pengukuran-pengukuran sarana-prasarana, masih di sekitar prasarana. Baru tadi siang kita mulai ngecek di sarananya, jadi yang sudah terkumpul data-data dari prasarana," kata Soerjanto.

"Kita juga masih mau download data black box-nya kereta api, data kecepatannya," sambungnya.

Sebelumnya, diketahui KRL KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor terguling pada Minggu (10/3), sekitar pukul 10.15 WIB. Saat melintas di Kebon Pedes, Kota Bogor, KRL keluar rel hingga terguling. PT KAI mengatakan masih menunggu hasil investigasi dari tim keselamatan PT KAI Pusat dan KNKT.

"Menunggu hasil investigasi dari tim keselamatan PT KAI Pusat dan KNKT," kata VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa, Senin (11/3).

Sementara itu, rangkaian KRL yang terguling kini sudah dievakuasi. Tiga gerbong yang terguling telah dievakuasi kereta penolong pagi ini ke Dipo KRL Bogor. Selain itu, lima gerbong lain telah dievakuasi pada Minggu (10/3) ke Dipo KRL Depok. 


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.