Nasional
Minta Putusan MK Dihormati, Bamsoet: Kalah Legawa, Menang Jangan Jemawa
Jumat, 28 Jun 2019 09:53
"Mari kita hormati dan patuhi keputusan MK terkait sengketa perselisihan hasil Pilpres 2019. Seluruh tahapan hukum sudah dijalani sesuai aturan yang ada. Saatnya kita kembali bergandengan tangan. Tidak perlu ada lagi pengerahan massa. Pihak yang kalah harus legawa, yang menang jangan jemawa," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (28/6/2019).
Hal tersebut disampaikan Bamsoet dalam acara halal bihalal Korps Alumni HMI (KAHMI), di Rumah Dinas Ketua DPR RI, Jakarta pada Kamis (27/6) malam. Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Dewan Penasihat KAHMI Akbar Tandjung, Koordinator Presidium KAHMI Hamdan Zoelva, Rektor Universitas Airlangga Prof Mohammad Nasich, serta Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia.
"Sudah tidak ada lagi 01 atau 02. Yang ada 03, yaitu persatuan Indonesia, sesuai sila ke-3 Pancasila. Kita harus bersatu kembali membangun sinergi dan kekuatan untuk kemajuan umat, bangsa, dan negara," ucap Bamsoet.
Bamsoet yang juga Dewan Pakar KAHMI ini meminta KAHMI menjadi kekuatan yang melakukan mediasi demi terwujudnya rekonsiliasi antarkubu yang sempat berkompetisi dalam Pemilu 2019. Apalagi, kata Bamsoet, banyak tokoh KAHMI dan HMI yang punya jaringan luas dan bisa dimanfaatkan untuk membangun bangsa.
"KAHMI dan HMI punya networking yang sangat kuat, yang bisa menjadi kekuatan dalam membangun bangsa. Sumber daya alumni HMI sangat luar biasa, tinggal digerakkan agar menjadi kekuatan yang produktif untuk memajukan bangsa dan negara," tuturnya.
Selain bicara soal putusan MK dan rekonsiliasi, Bamsoet juga menyinggung soal transformasi yang harus dilakukan HMI. Menurutnya, kalau HMI tak melakukan perubahan, maka akan tergilas oleh perkembangan zaman.
"HMI sendiri harus mampu melakukan transformasi. Sekarang kita berada di era Revolusi Industri 4.0, semua serba internet, serba online dan serba digital. Dalam era disruption dewasa ini, mottonya bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Jika HMI tidak cepat melakukan perubahan, maka ia akan tergilas oleh perkembangan zaman," kata Bamsoet.
"Saya dengar Adinda Bambang Soesatyo yang saat ini Ketua DPR ingin maju mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Saya menjadi Ketua Umum Partai Golkar karena kepandaian dan kemampuan saya. Jadi kalau ingin menjadi Ketua Umum Partai Golkar harus lah pandai-pandai. Saya dukung karena kita sepakat kader-kader kita harus menduduki berbagai posisi penting," ujar Akbar.
Berantas Narkoba, Satgas Anti Narkoba Polres Rohil Amankan Dua Tersangka di Panipahan
PANIPAHAN-Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hilir kembali berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Dalam operasi yang dilakukan p
Polsek Tanah Putih Bersama Tim Gabungan Padamkan Titik Hotspot di Rantau Bais, Cegah Meluasnya Karhutla
TANAH PUTIH-Personel gabungan yang dipimpin Polsek Tanah Putih bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning di wil
Polres Siak Kelola 93,6 Hektare Lahan Jagung, Dukung Program Swasembada Pangan.
SIAK-Polres Siak mengelola 93,6 hektare lahan jagung yang tersebar di sejumlah kecamatan. Pengelolaan lahan tersebut dianggap sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.D
Kegiatan Peringati Hari Lahir Pancasila, Membuat Tawa dan Senyum Kebahagiaan Anak-Anak Papua Kembali Pecah
Timika-Di sebuah sekolah sederhana di pedalaman Papua, puluhan anak tampak tersenyum ceria mengikuti pelajaran matematika. Dengan penuh semangat mereka mengangkat tangan, menjawab pertanyaan, dan berc
Purbaya Tegaskan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema pajak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berlaku normal seperti biasa. Menurutnya, tidak ada perubahan ketentuan perpajakan