Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Neno Warisman Mengaku Aktris Teater Terbaik, Baca Doa Apapun Menangis

Nasional

Neno Warisman Mengaku Aktris Teater Terbaik, Baca Doa Apapun Menangis

Sabtu, 02 Mar 2019 15:39
Detik.com
Neno Warisman
SENTUL - Neno Warisman bicara soal puisi pada Munajat 212 yang jadi kontroversi. Neno menegaskan soal dirinya yang ekspresif menyampaikan sesuatu termasuk doa.

Pernyataan ini disampaikan Neno Warisman saat menghadiri acara 'Pentas Seni Budaya dan Kulinari' relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019). Neno ditanya MC mengenai isi doa perang Badar yang jadi polemik.

"Jadi gini saya memang kelihatannya saja ini, kalau bersuara orang teater. Saya kan seniman, saya pernah jadi..saya aktris terbaik teater, waktu SMA bolak balik jadi aktris terbaik. Sampai jadi bintang film juga aktris terbaik. Jadi saya dikaruniai juga suara memang bisa ekspresikan," kata Neno.

"Tapi sebenarnya hati saya nangis saja terus. Coba bacakan saja Al-Fatihah saya sudah menangis, baca doa apapun saja saya menangis, jadi saya nangis saja," imbuhnya.

Neno Warisman menegaskan dirinya kerap membaca doa yang dibacakan lewat puisi pada Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2).

"Nah doa itu selalu dari dulu memang saya suka, memang saya sering baca. Karena doa itu dicontohkan oleh Rasulullah SAW," katanya.

Puisi Neno Warisman di Munajat 212 sebelumnya dianggap biadab oleh Buya Syafii Ma'arif. Kritikan terhadap Neno itu dibalas oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan menyinggung Buya Syafii khilaf.

"Itu puisi, itu kan sudah saya (jelaskan). Saya kemarin di Jakarta bicara ini puisi biadab. Biadab itu bahasa Persia, Bi itu artinya tidak, adab itu tata krama," kata Buya Syafii usai menghadiri bedah buku karyanya berjudul Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam' di Gedung Pascasarjana UMY, Yogyakarta, Jumat (1/3).

Mantan Ketum PP Muhammadiyah itu menyebut doa Neno yang membawa nama Tuhan ke ranah pemilu tidaklah tepat. Buya Syafii menilai Neno tak paham agama dan telah melakukan perbuatan biadab.

Buya Syafii menerangkan konteks doa yang dibacakan Neno adalah doa Perang Badar. Kala itu pasukan muslim yang jumlahnya tak seberapa berperang dengan kafir Quraisy. Dalam peperangan itu Nabi Muhammad berdoa untuk kemenangan muslim. Akhirnya pihak muslim berhasil memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya berlipat-lipat.

Doa Neno pun dianggap tak tepat karena terkesan mendiskreditkan lawan Prabowo Subianto, capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin.

Kritikan tokoh Muhammadiyah itu dibalas oleh anggota Dewan Pakar BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo. Ia membela Neno yang disebutnya hanya mencontoh doa Muhammad SAW.

Menurut dia, orang yang berkarya lewat puisi harus dihormati. Jika ada yang tidak setuju, kata Dradjad, lebih baik membuat puisi lain asalkan tidak merevisi doa. Polikus PAN itu lalu mempertanyakan apakah Buya Syafii sedang khilaf karena pernyataannya tersebut.

"Orang berkarya seni melalui puisi ya kita hormatilah. Jika tidak sepakat dengan isinya, orang bisa bikin puisi lain yang dia cocok. Yang penting tidak merevisi doa, he-he-he...," kata Dradjad.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 10:09

    Penjelasan Polisi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Sumbar Longsor Akibatkan 9 Orang Tewas, Akui Dilema

    Sebanyak sembilan penambang yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Kamis (14/5) se

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:18

    Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026

    Jakarta-Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peresmian ini rencananya digelar pada

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:12

    Pekanbaru Segera Uji Coba Bus Listrik, Walikota Agung Nugroho Dorong Transportasi Go Green

    PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru bersiap melakukan transformasi transportasi publik dengan menghadirkan bus listrik sebagai sarana angkutan umum massal. Armada ramah lingkungan tersebut diproyeksik

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:07

    Rumah Mantan Gubernur Riau Syamsuar Disatroni Maling, Sepeda Motor Raib

    PEKANBARU-Rumah mantan Gubernur Riau periode 2019-2023, Syamsuar, yang berada di Jalan Kurnia, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, disatroni maling pada Jumat (15/5/2026) din

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:02

    Jalan Tepian Sungai Desa Petalogan - Kelurahan Air Molek Inhu Mengalami Abrasi Lagi

    RENGAT-Jalan Tepian Sungai menghubungkan Desa Petalongan dengan Kelurahan Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), kembali mengalami abrasi, Jumat (15/5/2026). Akibatnya, warg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.