Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • PDIP Sentil Anies soal Perluasan Ganjil Genap: Harusnya Beri Warga Pilihan

Nasional

PDIP Sentil Anies soal Perluasan Ganjil Genap: Harusnya Beri Warga Pilihan

Kamis, 08 Agu 2019 09:42
Detik.com
Foto: Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono
JAKARTA - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyentil Gubernur DKI Anies Baswedan terkait kebijakan perluasan ganjil genap. Gembong meminta Anies memberikan alternatif kepada warga Jakarta, bukan hanya membatasi mobilitas warga.

"Efektif atau tidak (perluasan sistem ganjil genap) kajiannya terlebih dahulu mesti clear, itu kan pertama soal kajian, yang kedua alternatif dulu diberikan, jadi jangan membatasi orang tetapi tidak diberikan pilihan," ujarnya ketika dihubungi, Kamis (8/8/2019).

"Pak Anies itu harusnya memberikan pilihan kepada warga Jakarta, misalnya soal electronic road pricing (ERP) itu gimana sih, kenapa itu nggak segera diberlakukan, terus perbaikan transportasi massal, ini kan pilihan yang harusnya disajikan kepada Pak Anies ketika memberlakukan perluasan ganjil genap itu. Karena ini ada kekhawatiran untuk memancing orang membeli kendaraan baru. Terus juga akan kembali menggunakan kendaraan bermotor, ini kan nggak menyelesaikan masalah," lanjut Gembong.

Terlebih lagi untuk para pekerja yang berasal dari luar wilayah kota penyangga yakni Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Gembong mengatakan harus tersedianya moda transportasi yang terintegrasi antar wilayah di Jakarta. Sehingga masyarakat dari wilayah tersebut bisa meninggalkan kendaraannya dan menggunakan transportasi umum.

"Ya pengumpannya, perbaikan kualitas pengumpan, itu mesti ada peningkatan sehingga ada ketertarikan warga untuk beralih, ketika kualitas pengumpannya sudah baik, nyaman itu saya yakin mereka akan menggunakan transportasi umum. Kedua soal integrasinya, integrasinya moda transportasi Jakarta itu juga jadi PR bagi kita semua bagaimana segera memberlakukan integrasi transportasi masal," tuturnya.

Percepatan integrasi itu jelas Gembong masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh semua unsur Pemprov DKI. Lalu juga yang tidak kalah penting untuk mengurangi polusi udara yakni penyediaan ruang terbuka hijau.

"Jadi PR-nya adalah bagaimana percepatan mengintegrasikan seluruh moda, yang kedua adalah ERP diberlakukan, ketiga tentunya yang tidak kalah penting itu PR kita semua bagaimana ruang terbuka hijau bisa segera kita kejar, jadi ada keseimbangan," ucapnya.

Kebijakan ganjil genap akan berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Ada 16 rute yang akan diberlakukan ganjil-genap.

Berikut ini time line penerapan ganjil-genap yang baru:

Sosialisasi: 7 Agustus-8 September 2019
Uji coba: 12 Agustus-6 September 2019
Implementasi dan penegakan hukum: 9 September 2019


(Detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.