Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Pakar : Partisipasi Kalangan Milineil, Hanya Heboh di Medsos

Nasional

Pakar : Partisipasi Kalangan Milineil, Hanya Heboh di Medsos

Laporan : Bambang Subagio
Selasa, 26 Feb 2019 08:50
JAKARTA - Komunikasi Politik  Lely Arrianie menjelaskan, partisipasi publik dalam politik saat ini sudah bergeser dibanding pemilu sebelumnya. Saat ini kelompok milenial lebih heboh di medsos. Bahkan begitu bergairah mendukung calon hingga berkelahi suami istri, temen-temen sesama  wartawan berkelahi, memutus pertemanan dan segala macam.

"Sejak tahun 2014m partisipaso politik milenial tinggi, tetepi partisipasi polilt semu. Partisipasi politiknya tinggi sekali, namun ketika sampai di bilik suara dia membeku. No comment dan membeku dan ga ada sesuatu yang dilakukan untuk berpartisipasi,, " ujar Lely di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Menurut Lely, untuk meningkatkan partisipasi caleg dan Parpol harus melakukan pendekatan persuasif  mengarahkan mereka untuk menggunakan hak pilih . "Meski  golput hak seseorang, namun itu tidak baik. Itu namanya tidak ikut berpartisipasi. Yang jelas, ada pemilih tradisional, fanatik, milenial, dan swing votters, "  ujarnya.

Lely berharap caleg dan timses langsung terjun ke masyarakat door to door. Memberi pencerahan, kesadaran dan pengetahuan yang postif tentang pentingnya pilihan politik bagi masa depan bangsa. "Caleg dan parpol saya harap tak hanya  bersinar di medsos, tapi juga  mengakar di tengah masyarakat. Itulah politik interpersonal yang bisa meningkatkan partisipasi rakyat dalam pemilu," katnya.

Sedangkan Anggota MPR RI dari FPKB Daniel Johan menegaskan, menjelang Pemilu serentak berita hoaks (berita bohong) berpotensi memecah belah masyarakat. Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu dan aparat sebagai penyelenggara Pemilu diharap segera mengantisipasi  berita bohong agar kondisi masyarakat tetap tenang dan damai.

"Hoaks masih masif akhir-akhir ini  dan lebih banyak merugikan Jokowi – Ma'ruf Amin. Karenanya penyelenggara pemilu dan aparat harus bertindak tegas, agar tidak memecah-belah masyarakat," ujar  Daniel.

Menurut  Daniel, Pemilu bukanlah barang baru di negara kita, melainkan hajatan lima tahunan sebagai wujud dari pelaksanaan UUD. Oleh sebab itu semua komponen mesti menciptakan suasana ceria, gembira dan  nyaman menjelang Pemilu.(sbg)

 
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.