Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Para Pendekar Hukum se- Indonesia akan Kumpul Bahas Kabinet Jokowi Jilid II

Nasional

Para Pendekar Hukum se- Indonesia akan Kumpul Bahas Kabinet Jokowi Jilid II

Kamis, 08 Agu 2019 09:19
Pengurus APHTN-HAN menghadap Jokowi (ist.)
JAKARTA - Para pendekar hukum seluruh Indonesia akan berkumpul di Jakarta untuk membahas kabinet Jokowi Jilid II. Mereka akan menekankan amanat UUD 1945 yaitu sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem presidensial, bukan parlementer.

Pertemuan itu akan digelar pada 2-4 September 2019 dan akan diikuti oleh ratusan akademisi hukum dari seluruh Indonesia dengan tema 'Memperkuat Kabinet Presidensial Efektif'.

"Tema ini dipilih mengingat paska Pemilu terselenggara maka saatnya fokus dialihkan bagaimana Presiden dan Wakil Presiden dapat membentuk kabinet yang di dalamnya akan mampu mewujudkan janji-janji kampanyenya," kata Ketua Panitia Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (KNHTN) ke-6, Bivitri Susanti dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (8/8/2019).

Bivitri menyatakan, penyusunan Kabinet yang meliputi jumlah kementerian, nama kementerian, personal yang mengisi pos Menteri adalah momentum yang sangat strategis dalam mewujudkan kabinet yang efektif dalam bekerja. Untuk itu sudah saatnya Presiden perlu didukung agar tidak semata-mata menggunakan pendekatan politik dalam membentuk kabinetnya.

"Melainkan juga perlu menggunakan parameter lainnya yaitu prinsip-prinsip yang biasa diterapkan oleh negara yang menganut sistem presidensial salah satunya adalah anggota kabinet harus diisi oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan mumpuni dan fokus dalam mensukseskan agenda-agenda kerja Presiden serta mempunyai rekam jejak baik agar tidak menjadi beban presiden di kemudian hari," papar Bivitri.

Konferensi itu diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN). Panitia telah melaporkan rencana Kongres tersebut kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakara, pada Rabu (7/8) kemarin. Jokowi menyatakan bersedia membuka Kongres itu.

"Presiden Joko Widodo menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan keinginannya untuk mengefektifkan pemerintahannya sekaligus membantu mendorong diskursus akademik di bidang hukum ketatanegaraan mengenai sistem pemerintahan presidensial yang efektif," ujar Bivitri.

Dalam kesempatan itu, ikut menghadap Presiden Jokowi yaitu Ketua Umum APHTN-HAN Prof Mahfud Md, serta wakilnya, Prof Widodo Eka Tjahjana dan Prof Suko Wiyono. Ikut pula dalam rombongan tersebut Sekjend APHTN-HAN Himawan Estu Bagijo dan Dewan Pembina APHTN-HAN Harjono.

Dari panitia yang ikut menemui Jokowi yaitu Bivitri Susanti, Direktur Pusat Kajian Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari, dan Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Universitas Jember Bayu Dwi Anggono. Sementara dalam pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.