Pemerintah Masih Temukan Daerah dengan Cakupan Vaksinasi Dosis 1 di Bawah 50%
Admin
Senin, 27 Des 2021 10:12
Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menemukan masih ada beberapa Kabupaten/Kota dengan cakupan vaksinasi dosis 1 di bawah 50%. Dia meminta pemerintah daerah setempat terus mendorong percepatan vaksinasi agar menekan angka kasus Covid-19 di Indonesia.
"Masih terdapat beberapa daerah, kabupaten/kota dengan vaksinasi dosis 1 di bawah 50%. Pemerintah terus mendorong peran serta Pemerintah Daerah untuk terus memaksimalkan suntikan vaksin di wilayahnya," katanya dalam konferensi pers, Senin (27/12).
Hingga saat ini, vaksinasi umum dan lansia di Jawa-Bali juga terus meningkat. Capaian vaksinasi dosis 1 dan 2 di Jawa Bali masing-masing telah mencapai lebih dari 80% dan 60%.
"Hasil sementara Serosurvei Nasional juga menunjukan tingkat kekebalan masyarakat yang cukup tinggi," pungkasnya
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan 80 persen vaksinasi dosis pertama di Tanah Air kemungkinan tercapai di pertengahan Januari 2022. Nadia menuturkan, saat ini rata-rata penyuntikan vaksin COVID-19 di Indonesia adalah 1,1 juta sampai 1,2 juta per hari.
"Kita berharap bahwa di Desember 2021 kita bisa mencapai 80 persen untuk dosis pertama dan 60 persen dosis kedua. Namun sepertinya angka ini baru hanya akan tercapai pada pertengahan minggu kedua bulan Januari 2022," kata Nadia.
Meski, Indonesia sudah mencapai target dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 40 persen mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, namun target Indonesia untuk mencapai 60 persen masih harus diakselerasi karena kemungkinan kemungkinan sampai akhir Desember 2021, cakupan vaksinasi dosis lengkap akan mencapai 54-55 persen.
Selain itu, vaksinasi pada orang lanjut usia (lansia) juga harus ditingkatkan karena hingga saat ini baru mencapai 61 persen untuk vaksinasi dosis pertama.
Hingga 21 Desember 2021, total vaksinasi dosis pertama dan dosis lengkap mencapai 260.734.531 orang di mana vaksinasi dosis satu mencapai 73,48 persen, dan dosis lengkap mencapai 51,80 persen.
Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat Indonesia. Selain protokol kesehatan dan 3T (pengujian, pelacakan kontak dan pengobatan), vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu kunci melawan varian apapun dari virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 termasuk varian Omicron.
Masyarakat juga diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara konsisten untuk melawan varian-varian dari hasil mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19