Sabtu, 30 Mei 2026

Nasional

Perwakilan Perempuan di DPRD Riau Berkurang

Laporan : Afdal Aulia
Senin, 12 Agu 2019 10:29
Karmila Sari salah satu politisi perempuan Golkar yang kembali terpilih jadi anggota DPRD Riau lima tahun kedepan.

PEKANBARU (Spiritriau.com)
- Pasca penetapan hasil pemilu legislatif lalu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau hari Sabtu untuk komposisi keanggotaan DPRD Provinsi Riau sebanyak 65 kursi diketahui jumlah keterwakilan perempuan untuk periode 2019-2024 berkurang dibanding periode sebelumnya 2014-2019.

Sebelumnya pada periode 2014-2019 terdapat 18 orang perempuan duduk menjadi rakyat di Bumi Lancang Kuning, sedangkan pada hasil pemilu legislatif 17 April lalu hanya tersisa 11 orang. Itupun 10 dari 11 orang merupakan wajah lama atau anggota dewan incumbent yang kembali terpilih pada periode ini, hanya satu wajah baru yaitu Arnita Sari dari Partai Keadilan Sejahtera.

Kesebelas anggota dewan perempuan yang akan mengisi slot wakil rakyat lima tahun kedepan adalah Septina Primawati yang saat ini menjabat Ketua DPRD Riau dari Partai Golkar. Juga ada tiga politisi perempuan lainnya yang kembali terpilih dari Partai Golkar yaitu Karmila Sari, Sewitri dan Sulastri, lalu Almainis dan Soniawati dari PDI Perjuangan. Mira Roza dan Arnita Sari (PKS), Ade Hartati Rahmat (PAN), Eva Yuliana (Partai Demokrat) dan Farida Sa'ad (Partai Nasdem).

Sementara itu ada delapan nama yang sebelumnya menjadi wakil rakyat, namun gagal terpilihnya dengan berbagai alasan termasuk ada yang naik kelas menjadi caleg ke DPR RI. Delapan politisi perempuan yang gagal tersebut adalah Supriyati, Sumiyanti dan Nuraini (Partai Golkar), Yulianti dan Maghdaliasni (Partai Demokrat), Tengku Nazlah Khairati, Yurnalis (PPP) serta Lampita Pakpahan (Partai Gerindra).

Sebelumnya keterwakilan perempuan di DPRD Riau merupakan yang tertinggi di Indonesia dari jumlah persentase, dimana selain terdapat perwakilan rakyat perempuan mencapai 18 orang, lembaga yang terhormat tersebut  dipimpin ketua yang juga perempuan yakni Septina Primawati. Keterwakilan perempuan di DPRD Riau mendapat apresiasi banyak pihak karena tingginya animo politik wanita dalam pesta demokrasi di bumi Melayu ini.

"Berkurangnya keterwakilan perempuan untuk periode 2019-2024 adalah hal biasa, bisa saja disebabkan kurang maksimalnya kaum ibu tersebut dalam menggarap konstituen serta faktor X lainnya seperti financial. Dari jauh mlag caleg pada pemilu legislatif lalu animo perempuan Riau untuk duduk di lembaga legislatif sangat tinggi tapi mungkin ada yang masih belum siap dari beberapa faktor,"kata Hairulsyah pemerhati sosial politik di Pekanbaru, Senin (12/08/2019).(afd)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.