Nasional
Polri: Isu Telur Palsu Itu Tidak Ada!
Jumat, 16 Mar 2018 16:18
JAKARTA - Polri mengaku merasa terganggu dengan isi telur palsu yang beredar di lingkungan masyarakat. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, isu tersebut sangat menggangu Keamanan Penertiban Masyarakat (Kamtibmas)
"Akhir-akhir ini muncul di medsos yang menyatakan adanya telur palsu. Walau di Sumbawa sudah lidik Polda NTB, dinyatakan itu enggak benar. Tapi rupanya makin hari makin banyak telur palsu di pasar. Ini sangat mengganggu khususnya situasi kamtibmaas," katanya kepada wartawan, Jumat (16/3/2018).
Dari isu tersebut, sangat berpengaruh saat pilkada dan bulan suci Ramadan bahkan dapat merugikan para peternak ayam.
"Saat ini jelang pilkada, jelang bulan puasa, hari besar keagamaan nasional yang pasti akan perlukan pasokan, perlu kebutuhan telur. Dengan adanya video singkat soal telur palsu, sangat meresahkan konsumen. Jadi tidak yakin, jadi ragu saat mau beli di pasar atau toko, ini juga rugikan para peternak ayam petelur," ungkapnya.
Sementara itu, Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Syamsul Maarif mengatakan bahwa isu telor palsu itu sangat tidak masuk diakal, pasalnya telur palsu itu lebih mahal daripada aslinya.
"Secara akal sehat, telur palsu akan jauh lebih mahal dari aslinya. Bisa 1,5 kali dari harga asli. Biasanya telur itu sudah terlalu lama. Atau ayamnya sakit sehingga mempengaruhi telur," tuturnya.
"Ada juga dalam bentuk kuningnya lembek, yang putihnya cair, juga bisa karena terlalu lama telur itu sehingga konsistensinya menurun, kalau palsu gak mungkin terjadi, sehingga sulit sekali kita pahami ada yang palsu," bebernya.
Syamsul mengatakan, jika ada masyarakat yang merasa curiga, masyarakat dapat melaporkan kepadanya. Sebab telur yang dianggap palsu ternyata telur yang sudah lama.
"Kalau curiga telur palsu bisa berhubungan langaung ke kami.
Informasi yang disebarluaskan itu kami udah uji lab, bahwa telur itu gak
palsu. Itu telur asli, mungkin cuma sudah terlalu lama.Makanya kita
jangan simpan telur lama lama, lebih dari empat minggu. Nanti polisi
liat fenomena apa yang berkembang di masyarakat. saya tegaskan telur
palsu itu gak ada," tutupnya.
(Okezone.com)
Jaga Stabilitas Harga Sawit, Bupati Inhu Kumpulkan Pemilik PKS
PEKANBARU-Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bergerak cepat menjaga stabilitas harga komoditas kelapa sawit yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Untuk memastikan harga Tandan
Momen Mengharukan Jenderal Tempur TNI Sambut Kedatangan Pasukan yang Bertugas di Lebanon
JAKARTA - Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun mewakili Jenderal Agus Subiyanto menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force In Leban
Kebakaran Hebat Landa Johar Baru, Puluhan Rumah Ludes Terbakar
JAKARTA-Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Jalan Tanah Tinggi IV, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis (4/6). Insiden ini dilaporkan warga terjadi sekira puku
Dari Pakaian, Buku Hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput
PEKANBARU-Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun. Dari akar yang menahan tanah, daun yang membantu memperbaiki kualitas udara, hingga batang yan
Bak Aksi Film, Polisi Kejar-kejaran dengan Driver Mobil Pembawa 113 Kilogram Sabu Jaringan Malaysia
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara menggagalkan peredaran 113 kilogram sabu-sabu yang diduga merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional Malaysia. Dalam operasi tersebut, polisi