Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Poyuono: Bisa Jadi Romahurmuziy Ketangkap Saat Cari Dana untuk Jokowi

Nasional

Poyuono: Bisa Jadi Romahurmuziy Ketangkap Saat Cari Dana untuk Jokowi

Jumat, 15 Mar 2019 13:54
Detik.com
Waketum Gerindra Arief Poyuono
JAKARTA - Ketum PPP Romahurmuziy yang juga merupakan wakil ketua dewan penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin ditangkap KPK tadi pagi. Waketum Gerindra Arief Poyuono curiga dengan motif dalam kasus ini.

"Ditangkapnya Rommi Ketum PPP oleh KPK yang jadi orang dekat Joko Widodo hanyalah korban kegagalan Joko Widodo dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan mental pejabat negara yang tidak korup," ujar Poyuono kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Poyuono mengatakan, keberhasilan clean government dan penciptaan pejabat negara dan elit politik yang tidak korup dan berintegritas pada pelayanan kepada masyarakat, bisa dinilai dari jumlah penindakan yang dilakukan KPK.

"Bisa dilihat dari sedikitnya KPK Dan institusi hukum lainnya menangkap koruptor dan APBN benar benar efisien serta nyata dirasakan masyarakat," kata Poyuono.

Poyuono tidak sependapat dengan anggapan yang menyebut banyaknya pejabat negara yang ditangkap KPK merupakan keberhasilan dalam penegakan hukum. Menurutnya, itu malah merupakan kegagalan.

"Maaf ya banyaknya elite dan pejabat negara yang ditangkap KPK itu bukan keberhasilan Joko Widodo tapi Keberhasilan KPK. Dan kegagalan janji Joko Widodo saat Pilpres menciptakan clean government," tutur Poyuono.

"Rommy bisa jadi ketangkap KPK sedang mencari dana untuk kampanye Joko Widodo- Maruf Amin ya, apalagi Rommy itu Paling loyal pada Joko Widodo dan dipercaya banget sama Joko Widodo. Saya harap KPK lebih mengeksplor ya apa tujuan Rommy terima uang," pungkasnya.

Saat ini Rommy masih berstatus terperiksa dalam kasus ini. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam pasca penangkapan untuk menentukan status hukum dari Rommy dkk.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.