Rabu, 13 Mei 2026
Puan Buka-bukaan Dampak Dolar AS Rp 17.500 Bebani Pengusaha-UMKM.
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Mei 2026 08:45
Jakarta-Pecahnya konflik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Menurut Ketua DPR RI Puan Maharani, konflik tersebut memicu turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga lonjakan harga energi.
Akibatnya harga barang-barang impor ikut naik. Puan menilai kondisi ini menambah beban pengusaha, terutama sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sensitif terhadap kenaikan biaya operasional.
Berdasarkan data Bloomberg, terpantau nilai tukar dolar AS pada Selasa sore berada pada level Rp 17.529 atau naik 115 poin (0,66%). Saat pembukaan pasar sekitar pukul 09.06 dolar AS sudah berada di level Rp 17.487 atau naik 73 poin (0,42%).
"Kenaikan harga barang-barang yang mengandung komponen impor juga mulai dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha. Situasi ini dapat berpotensi memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat, serta memperbesar beban pelaku usaha, khususnya sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya operasional," jelas Puan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan V tahun Sidang 2025-2026, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Puan menegaskan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) perlu menjaga stabilitas ekonomi agar pelemahan rupiah tidak berdampak buruk terhadap kondisi nasional. Menurutnya, antisipasi perlu dilakukan bukan hanya untuk tahun ini, tetapi juga hingga 2027.
"Bagaimana dengan situasi global, ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global, apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk, jadi harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027," tuturnya.
Puan menjelaskan, ekonomi Indonesia dan dunia cukup terpengaruh oleh gangguan di Selat Hormuz. Selain kenaikan harga energi dan pelemahan rupiah, konflik tersebut telah memicu kenaikan biaya logistik.
"Kita mengalami tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak, meningkatnya biaya logistik dan distribusi, serta tekanan terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global," kata Puan
Oleh karena itu ia menyatakan bahwa DPR mendukung langkah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Puan menilai mitigasi arus modal asing keluar, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta perlindungan masyarakat kecil harus dilakukan.
"Oleh karena itu, DPR RI mendukung upaya terbaik pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, ketahanan energi, bersama Bank Indonesia, melakukan mitigasi arus keluar modal asing, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan perlindungan terhadap masyarakat kecil agar tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari gejolak global yang sedang terjadi(detik.com).
Sumber: https://finance.detik.com/moneter/d-8486739/puan-buka-bukaan-dampak-dolar-as-rp-17-500-bebani-pengusaha-umkm
komentar Pembaca