Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Rombongan Bobotoh Jokowi Sambangi Maruf, Ini Kata Pentolan Bobotoh

Nasional

Rombongan Bobotoh Jokowi Sambangi Maruf, Ini Kata Pentolan Bobotoh

Kamis, 03 Jan 2019 16:58
Detik.com
Bandung - Sejumlah pentolan bobotoh angkat bicara mengenai dukungan yang diberikan oleh sekelompok orang yang mengaku pendukung Persib Bandung kepada Cawapres Ma'ruf Amin. Mereka menghargai dukungan individu, namun menegaskan komunitas besar pendukung Persib tak bisa disebut sebagai pendukung salah satu capres.

Ketua Viking Frontline Tobias Ginanjar menyatakan, setiap warga negara memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam proses demokrasi di Indonesia. Tapi dia tidak sepakat bila segelintir orang yang bertemu dengan Cawapres Ma'ruf Amin tersebut disebut sebagai perwakilan bobotoh secara keseluruhan.

"Tentunya setiap warga negara mempunyai hak untuk memilih dan dipilih sebagai individu, tapi kalau sudah mengatasnamakan Bobotoh secara keseluruhan menurut saya tindakan tersebut kurang tepat," ucapnya, saat dihubungi, Kamis (3/1/2018).

Karena, menurut dia, bobotoh itu berisi dari beragam latar belakang. Termasuk pandangan politik yang berbeda-beda sehingga tidak bisa digeneralisasir menjadi pendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2019 mendatang.

"Sebenarnya bobotoh berasal dari beragam latar belakang pandangan politik yang berbeda-beda. Sehingga tidak bisa digeneralisasir menjadi pendukung si A dan si B," ucapnya.

Dia khawatir bila ada pandangan yang menganggap komunitas besar bobotoh mendukung salah satu capres, maka akan terjadi pro dan kontra di kalangan internal bobotoh sendiri. "Perdebatan pasti ada, karena itu tadi bobotoh itu berasal dari beragam latar belakang pandangan politik jadi tidak bisa di stereotip-kan," ucapnya.

Ditanya apa benar orang yang berkunjung ke Ma'ruf Amin merupakan bobotoh, Tobi menyatakan benar. Dia mengaku tahu orang-orang tersebut memang bobotoh. Namun dia tidak menjelaskan secara detail sekelompok orang tersebut.

"Saya kenal memang itu bobotoh juga, saya tidak tau kapasitasnya kemarin apakah sebagai individu atau mengatasnamakan kelompok," ujarnya.

Sementara itu, melalui akun instagram pribadinya Dirigen Viking Persib Club (VPC) Yana Umar menegaskan, Viking belum pernah menggelar deklarasi dukungan kepada salah satu pasangan calon di Pilpres 2019. Tapi pihaknya menghargai sikap politik di pribadi masing-masing anggota VPC.

"Sehubungan dengan maraknya pemberitaan media yang menyebut keberpihakan VPC mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu, bersama ini kami informasikan kepada distrik-distrik, para anggota VPC dan bobotoh pada umumnya, bawha VIking Persib Club selama ini tidak pernah mendeklarasikan dukungan kepada capres maupun cawapres pada Pemilu 2019 mendatang," tulisnya.

Menurut Yana, VPC terlahir atas kebersamaan dan keanekaragaman pandangan. VPC ini menjadi rumah yang didalamnya berisi ratusan ribu manusia dengan beragam pemikiran dan karakteristik yang berbeda-beda.

"Oleh karena itu, VPC selalu mengaku kepada sikap peaceful coexistance (hidup berdampingan secara damai) antar sesama anggotanya yang terikat dalam nilai-nilai, norma, budaya dan juga keyakinan pandangan politik yang beragam dan berbeda-beda," ucapnya.

"Dalam sebuah kumpulan yang heterogen seperti Viking Persib Club, toleransi merupakan pilihan yang cerdas untuk memperkuat solidaritas antar sesama. Bahwa toleransi dalam keyakinan pandangan politik sudah sejak dahulu ada dan dihidupkan dalam keluarga besar Viking Persib Club," katanya.

Yana mengajak semua pihak untuk menjaga dan menghormati setiap dinamika sosial politik yang ada dalam keluarga besar Viking Persib Club. "Maka kami berharap kepada semua pihak, distrik-distrik, anggota Viking Persib Club, dan bobotoh umumnya, mari kita maknai perbedaan ini sebagai keindahan demokrasi untuk membangun rumah kita, Viking Persib Club ke arah yang lebih lagi. Jadikanlah momen ini sebagai bentuk ekspresi toleransi dalam hal apapun, united we stand," ujarnya.




(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.