Rabu, 13 Mei 2026

Nasional

Saat Jokowi Blak-blakan Bosan Main Halus

Rabu, 06 Feb 2019 10:18
Detik.com
JAKARTA - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) buka suara alasannya menggunakan narasi yang terkesan menyerang lawan politiknya. Bagi Jokowi tidak masalah jika sesekali harus bermain 'keras'.

"Ya masak suruh halus terus? Ya kadang-kadang kita kan bosan. Bolehlah keras-keras sedikit-sedikit tidak apa," ujar Jokowi kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

Serangan keras Jokowi seperti membantah Indonesia akan bubar dan punah, tidak ingin menyamakan Indonesia dengan Haiti, hingga menyerang statement kubu Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu tidak jadi masalah selama yang disampaikan merupakan fakta.

"Yang paling penting menyampaikan fakta, yang paling penting menyampaikan data, yang paling penting bukan menyampaikan semburan dusta, yang paling penting bukan menyampaikan semburan kebohongan, yang paling penting bukan menyampaikan semburan hoax," ujar Jokowi.

Tujuannya, memberikan semangat pendukungnya. Ia berharap ada militansi dari pendukung.

"Ya tujuannya memberikan semangat kepada relawan yang dalam dua hari ini yang menyampaikan dukungan kepada kita. Memang perlu militansi dalam setiap kita bekerja," jelas Jokowi.

Namun Jokowi membantah apabila dikatakan menyerang lawan politiknya. "Serangan apa? Nggak ada. Serangan apa enggak ada. Nggak ada," tegas dia.

Di lain kesempatan, Jokowi menegaskan jika pernyataan yang menyerang kubu lawan memang diperlukan. Hal itu dilakukan Jokowi sebagai bentuk ofensif terhadap isu yang dialamatkan kepadanya. Dia mengatakan tak mau hanya berdiam.

"Ya kampanye kan perlu ofensif, masak kita 4 tahun suruh diam saja. Ya nggaklah. Jadi 4 tahun diam, masak suruh neruskan," kata Jokowi di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2).

Salah satu pernyataannya Jokowi yang dinilai menyerang kubu lawannya, yakni ada tim sukses yang mencoba mengadu domba dengan menggunakan propaganda ala Rusia. Istilah 'propaganda Rusia' ini kemudian ramai ditanggapi, termasuk oleh pemerintah Rusia sendiri.

Terkait istilah propaganda Rusia itu, Jokowi menegaskan hal itu hanya terminologi dari artikel yang dia baca di Reins Corporation. Tidak ada hubungannya degan negara Rusia.

"Sehingga ya memang tulisannya seperti itu, bahwa yang namanya semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoax itu bisa mempengaruhi dan membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya di negara-negara lain tanpa didukung oleh data-data yang konkret ya memang seperti itu," jelas Jokowi.

"Sekali lagi ini bukan urusan negara kita dengan Rusia," imbuhnya.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 13 Mei 2026 16:46

    Pegadaian Hadirkan Operasi Katarak Gratis, Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Sidoarjo

    Sidoarjo-Komitmen PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya dalam mendukung kesehatan masyarakat kembali diwujudkan lmelalui pelaksanaan Program Operasi Katarak Gratis Tahun 2026 yang dilaksanakan di L

  • Rabu, 13 Mei 2026 16:32

    Begini Cara Pilih Hewan Kurban yang Tepat Menurut Dosen UMM, Jangan Tertipu hanya Melihat Badan Besar Saja

    JAKARTA-Tak lama lagi Hari Raya Iduladha tiba. Aktivitas jual beli hewan kurban pun mulai ramai di berbagai daerah. Namun jangan sampai terkecoh saat membeli.Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pe

  • Rabu, 13 Mei 2026 16:20

    Polres Dumai Luncurkan Program Jalur,CKG Untuk Warga Dan Bantuan Pangan

    DUMAI- Polres Dumai melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) melaksanakan kegiatan Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR) di kawasan pesisir TPI Purnama, Kelurahan Purnama, Kecamatan Duma

  • Rabu, 13 Mei 2026 16:10

    Harga Cabai dan Sayuran di Pekanbaru Meroket Jelang Idul Adha

    PEKANBARU-Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru mulai merangkak naik. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas cabai, bawang merah, hingga berb

  • Rabu, 13 Mei 2026 16:04

    Satreskrim Polres Kuansing Akhiri Pelarian Tersangka Persetubuhan Anak di Bawah Umur.

    KUANSING-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kuantan Singingi (Kuansing) berhasil meringkus tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur setelah nyaris kabur selama enam bulan.Tersangka ber

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.