Nasional
Saat UU Pelegalan Perzinaan Jadi Amunisi Kampanye Hitam Sang Ustadz
Selasa, 12 Mar 2019 10:37
Ujaran ustaz itu terdokumentasi dalam rekaman video. Dalam waktu singkat, video itu viral. Sang ustaz yang diketahui bernama Supriyanto itupun akhirnya diklarifikasi.
"Berjuang bersama ya. Saat ini pemerintah sedang menggodok undang-undang pelegalan perzinaan. Kalau sampai lolos hancur negara kita," ujar Supriyanto di dalam video yang viral tersebut.
Video berdurasi 51 detik itu berlokasi di Masjid Al Ihsan di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.
"Maka jika sampai ini disahkan, maka tidak sesuai dengan Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa," tambah Supriyanto yang mengenakan gamis tersebut.
"Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan paslon nomer 02 bisa menang. Kita berjuang, kita ajak saudara-saudara kita yang mau. Jika ada yang tidak mau jangan dipaksa," pungkas Supriyanto.
Komisioner Panwascam Kalibaru, Supriyanto mengatakan, video yang viral tersebut sudah dilaporkan oleh salah satu warga Desa Kalibaru Wetan. Pelapor atas nama Iskandar Zulkarnain.
"Sudah dilaporkan jam 11 siang tadi. Selanjutnya kita akan laporkan ke Bawaslu dan Gakkumdu," ujarnya.
Ustaz Supriyanto akhirnya diklarifikasi. Klarifikasi dilakukan di kantor Panwascam Kalibaru, Senin (11/3/2019). Selain Kapolsek Kalibaru, hadir pula Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim Polres Banyuwangi.
"Saat ini kami melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan di Panwascam. Bukan kita tangkap atau kita amankan. Melainkan kita klarifikasi," ujar Kapolsek Kalibaru AKP Jabar saat dihubungi detikcom..
Klarifikasi dilakukan untuk mengetahui kebenaran video tersebut. Selain itu, klarifikasi ini sebagai tahap awal dan menanggapi pelaporan masyarakat terkait dengan pelanggaran pemilu.
"Sudah ada pelaporan di Panwascam Kalibaru. SOP-nya kan seperti itu," tambahnya.
Jabar mengatakan video viral itu direkam setelah Salat Zuhur pada Sabtu (9/3/2019). Saat itu beberapa jemaah dari masjid Al Ihsan di Desa Kalibaru Wetan meminta tausyiah dan doa. Dalam tausyiah itu kemudian muncul kalimat kampanye hitam tersebut.
"Itu (kalimat kampanye hitam) referensi dari video ceramah dengan Ustaz Zulkarnain, kemudian dari orang PKS, Jazuli dan Hidayat Nur Wahid bahwa saat ini katanya pemerintah sedang menggodok Undang-Undang Pelegalan Perzinahan. Padahal hal itu tidak ada," tambah Jabar.
Sementara mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, polisi saat ini melakukan pendekatan terhadap beberapa organisasi dan relawan lain agar tidak bertindak anarki.
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta