Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Sandi-Dahnil Dipolisikan Eks Kombatan GAM, TKN: Makanya Jangan Asal Njeplak

Nasional

Sandi-Dahnil Dipolisikan Eks Kombatan GAM, TKN: Makanya Jangan Asal Njeplak

Selasa, 26 Feb 2019 09:34
Detik.com
Cawapres No Urut 02 Sandiaga Uno
JAKARTA - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar dipolisikan belasan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyebut hal itu terjadi karena Sandiaga dan Dahnil kerap asal bicara.

"Pelajaran berharga tentunya bagi mereka. Lain kali biasakan jangan asal njeplak," kata Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago, Selasa (26/2/2019).

Sandiaga sempat mengatakan lahan HGU Prabowo Subianto di Aceh dimanfaatkan oleh eks kombatan GAM. Hal itu disampaikan kepada wartawan usai acara dialog kewirausahaan OKE OCE di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (18/2).
Pernyataan Sandiaga kemudian dipertegas Dahnil pada sore harinya di Media Center BPN. Bahkan Dahnil mengaku telah berkomunikasi dengan eks kombatan GAM, yang kecewa dengan pernyataan Jokowi soal lahan yang dikuasai Prabowo, saat debat capres kedua. Namun banyak eks kombatan GAM membantah hal itu.

Irma menuturkan seharusnya Sandiaga dan Dahnil memastikan terlebih dahulu apakah benar atau tidaknya orang-orang yang memanfaatkan tanah HGU Prabowo itu berlatar belakang kombatan GAM semua, karena eks Panglima GAM wilayah Linge, Fauzan Azima, membantah hal tersebut. Menurut politisi Partai NasDem ini, perkataan Sandi dan Dahnil seringkali ditolak oleh warga yang merasa namanya diklaim.

"Harusnya mereka berhati-hati kalau cari pembenaran. Ini sudah yang kesekian kali statement mereka dimentahkan rakyat yang namanya dibawa-bawa," tutur Irma.

Sebelumnya 11 eks Kombatan GAM Bener Meriah, Aceh mempolisikan Sandi ke Mapolda Aceh. Mereka memprotes pernyataan Sandi yang dinilai memfitnah.

"Yang jelas kami merasa dirugikan karena yang disampaikan itu tidak pernah kami terima. Itu adalah fitnah dan hoax yang dampaknya luar biasa juga bagi kami. Karena masyarakat menganggap kami sudah menerima sesuatu seperti yang disampaikan, faktanya itu adalah fitnah," kata salah seorang eks GAM Bener Meriah, Joni Suryawan, di Mapolda Aceh, Senin (25/2).



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Mei 2026 16:53

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura

    TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:16

    Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa

  • Jumat, 15 Mei 2026 16:14

    267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan

    TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:47

    2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik

    Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di

  • Jumat, 15 Mei 2026 14:41

    Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

    BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.