Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Selain Menag, Sekjen Kemenag Bakal Dipanggil KPK Terkait Kasus Rommy

Nasional

Selain Menag, Sekjen Kemenag Bakal Dipanggil KPK Terkait Kasus Rommy

Selasa, 19 Mar 2019 14:27
Detik.com
JAKARTA - KPK bakal memanggil Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Cholis Setiawan terkait kasus dugaan suap terhadap Romahurmuziy (Rommy). Namun, KPK belum menyebut kapan pemanggilan dilakukan.

"Tentu akan dipanggil baik Menteri, Sekjen Kepala Biro Kepegawaian dan pihak-pihak terkait sepanjang penyidik menilai ada klarifikasi yang perlu didengar dari mereka," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).

Nur Kholis sendiri sempat mendatangi KPK pada Jumat (15/3) malam untuk mengklarifikasi penyegelan ruangan kerjanya. Pemanggilan Nur Kholis itu pun masih berkaitan dengan penggeledahan dan penyitaan sejumlah dokumen dari ruang kerjanya.

"Di beberapa ruangan sebenarnya yang kami dapatkan itu tidak berkaitan langsung dengan orang yang punya ruangan tersebut. Misalnya, proses seleksi jabatan itukan banyak saksi lain yang harus dipanggil," ujar Febri.

Febri juga kembali menegaskan Rommy selaku tersangka diduga bekerja sama dengan pihak Kemenag untuk mengatur proses dan hasil seleksi jabatan. KPK pun disebut Febri sudah memiliki bukti soal pihak Kemenag yang ikut bersama Rommy melakukan pengaturan seleksi jabatan itu.

"Itu tersangka RMY (Romahurmuziy) tidak mungkin bekerja sendiri kami sudah mengidentifikasi dan sudah punya bukti-buktinya pihak yang bekerja sama dengan RMY," ucapnya.

Sebelumnya, KPK telah menyatakan bakal memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai saksi untuk kasus ini. Pemanggilan Lukman itu terkait dengan penggeledahan dan juga penyitaan sejumlah barang bukti seperti uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu dari ruangannya.

Rommy, yang merupakkan anggota DPR dan eks Ketum PPP ini ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 300 juta untuk membantu proses seleksi pengisian jabatan di Kemenag. Duit itu diduga berasal dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.