Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Selain Salim, 85 Petani Tewas Akibat Konflik Agraria

Selain Salim, 85 Petani Tewas Akibat Konflik Agraria

Selasa, 06 Okt 2015 08:51
Antara
Penggiat lingkungan menuntut kasus pembunuhan aktivis petani diungkap.
JAKARTA - Aktivis petani di Lumajang, Jawa Timur, dibunuh karena menolak operasi tambang di kampungnya, di Desa Selok Awar-Awar pada Sabtu 26 September lalu. Kepala Departemen Penguatan Organisasi Rakyat Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Kent Yusriansyah mengatakan, ia bukan korban pertama yang tewas karena konflik Agraria.

Selama 10 tahun terakhir, terdapat 85 orang tewas akibat konflik agrarian atau lingkungan. Tak hanya itu, 110 juga terkena peluru aparat akibat berupaya mempertahankan lahannya. "Dalam pantauan KPA selama 10 tahun terakhir tercatat 85 orang tewas, 110 tertembak," ujarnya Okezone, Selasa (6/10/2015).

Kent menambahkan, sebanyak 633 luka-luka akibat dianiaya dan 1.395 ditangkap. "Jumlah korban akibat konflik agraria masih tinggi," imbuhnya.

Korban kriminalisasi konflik agraria dari Jawa Barat misalnya, sebanyak 131 orang. Selanjutnya di Banten terdapat tiga orang, Jawa Timur delapan, Jawa Tengah 13, Sumatera Utara 17, Sumatera Selatan 14, dan Sulawesi Tengah 15. Lalu NTT 11 orang, Bengkulu empat, Kalimantan Barat dua, Kalimantan Tengah 44, serta Kalimantan Timur satu orang.

"Rata-rata pelakunya adalah aparat kepolisian, preman, dan TNI yang biasanya dibayar oleh pihak perusahaan perkebunan, kehutanan, pertambanhan dll. Kita bisa melihat kasus di Lumajang," sambungnya.

Merujuk pada data tersebut, KPA lantas mempertanyakan sikap negara terhadap para pejuang tani. Padahal, mereka berupaya mempertahankan haknya untuk tetap bisa menanam.

"Cukup aneh dalam pandangan saya, mengapa para pejuang tani yang mempertahankan hak atas tanah dan air harus berhadapan dengan kriminalisasi bahkan berujung pada hilangnnya nyawa," ucap Kent.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 11:12

    Prabowo Bangga Beras dan Pupuk RI Laris Manis Dibeli Negara Lain.

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak negara di dunia saat ini kesulitan hingga panik karena gejolak perang di Timur Tengah. Prabowo mengatakan negara-negara lain bahkan membeli beras

  • Sabtu, 16 Mei 2026 11:06

    Sopir Ngantuk, Truk Muat Batu Bata Kecelakaan Tunggal di MT Haryono.

    Jakarta - Sebuah truk muatan mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan MT Haryono, Jakarta Timur atau Layang Cawang Kompor, pagi tadi. Truk tersebut menuju ke arah Halim Perdana Kusuma."05.44 Sebuah

  • Sabtu, 16 Mei 2026 10:09

    Penjelasan Polisi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Sumbar Longsor Akibatkan 9 Orang Tewas, Akui Dilema

    Sebanyak sembilan penambang yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Kamis (14/5) se

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:18

    Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026

    Jakarta-Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peresmian ini rencananya digelar pada

  • Sabtu, 16 Mei 2026 09:12

    Pekanbaru Segera Uji Coba Bus Listrik, Walikota Agung Nugroho Dorong Transportasi Go Green

    PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru bersiap melakukan transformasi transportasi publik dengan menghadirkan bus listrik sebagai sarana angkutan umum massal. Armada ramah lingkungan tersebut diproyeksik

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.