Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Selain Salim, 85 Petani Tewas Akibat Konflik Agraria

Selain Salim, 85 Petani Tewas Akibat Konflik Agraria

Selasa, 06 Okt 2015 08:51
Antara
Penggiat lingkungan menuntut kasus pembunuhan aktivis petani diungkap.
JAKARTA - Aktivis petani di Lumajang, Jawa Timur, dibunuh karena menolak operasi tambang di kampungnya, di Desa Selok Awar-Awar pada Sabtu 26 September lalu. Kepala Departemen Penguatan Organisasi Rakyat Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Kent Yusriansyah mengatakan, ia bukan korban pertama yang tewas karena konflik Agraria.

Selama 10 tahun terakhir, terdapat 85 orang tewas akibat konflik agrarian atau lingkungan. Tak hanya itu, 110 juga terkena peluru aparat akibat berupaya mempertahankan lahannya. "Dalam pantauan KPA selama 10 tahun terakhir tercatat 85 orang tewas, 110 tertembak," ujarnya Okezone, Selasa (6/10/2015).

Kent menambahkan, sebanyak 633 luka-luka akibat dianiaya dan 1.395 ditangkap. "Jumlah korban akibat konflik agraria masih tinggi," imbuhnya.

Korban kriminalisasi konflik agraria dari Jawa Barat misalnya, sebanyak 131 orang. Selanjutnya di Banten terdapat tiga orang, Jawa Timur delapan, Jawa Tengah 13, Sumatera Utara 17, Sumatera Selatan 14, dan Sulawesi Tengah 15. Lalu NTT 11 orang, Bengkulu empat, Kalimantan Barat dua, Kalimantan Tengah 44, serta Kalimantan Timur satu orang.

"Rata-rata pelakunya adalah aparat kepolisian, preman, dan TNI yang biasanya dibayar oleh pihak perusahaan perkebunan, kehutanan, pertambanhan dll. Kita bisa melihat kasus di Lumajang," sambungnya.

Merujuk pada data tersebut, KPA lantas mempertanyakan sikap negara terhadap para pejuang tani. Padahal, mereka berupaya mempertahankan haknya untuk tetap bisa menanam.

"Cukup aneh dalam pandangan saya, mengapa para pejuang tani yang mempertahankan hak atas tanah dan air harus berhadapan dengan kriminalisasi bahkan berujung pada hilangnnya nyawa," ucap Kent.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 16:51

    3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing

    Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:48

    Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026

    PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:43

    Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal

    BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:29

    Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu

    TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:26

    Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

    BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor