Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Nasional
  • Sikapi Sengketa Blok Ambalat, Diplomasi atau Konfrontasi?

Nasional,

Sikapi Sengketa Blok Ambalat, Diplomasi atau Konfrontasi?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 16:12
Berita satu.com
Sengketa Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia, meski bukan isu baru, terus menjadi sorotan di tengah ketegangan geopolitik kawasan.

Pemerintah Indonesia dihadapkan pada dua pilihan besar, menghadapi lewat konfrontasi atau meredam melalui diplomasi aktif.

Kedua pilihan tersebut menentukan apakah Sabang sampai Merauke tetap damai atau berpotensi menjadi medan persengketaan terbuka. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ulasannya:

Rekam Jejak Sengketa Blok Ambalat

Sengketa Blok Ambalat sejatinya bermula pada 1969, ketika Indonesia dan Malaysia melakukan survei dasar laut untuk menetapkan batas landas kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Hasil survei melahirkan Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969 dan diratifikasi di tahun yang sama, mengakui Blok Ambalat sebagai bagian sah wilayah Indonesia.

Namun, pada 1979 Malaysia menerbitkan peta baru yang memasukkan Blok Ambalat ke dalam teritorialnya, memicu penolakan keras dari Indonesia serta negara lain seperti Filipina, Singapura, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.

Ketegangan semakin meningkat setelah penangkapan nelayan Indonesia di perairan yang diklaim Malaysia, serta pembagian wilayah klaim menjadi Blok Y (ND6) dan Blok Z (ND7).

Pemberian konsesi minyak di kedua blok tersebut kepada Shell pada 16 Februari 2005 memperburuk hubungan, disusul laporan masuknya kapal patroli Malaysia ke perairan Indonesia.

Meski demikian, hingga kini kedua negara masih mengandalkan perundingan bilateral untuk meredakan eskalasi, tanpa membawa sengketa ini ke Mahkamah Internasional atau jalur arbitrase formal.

Diplomasi Bilateral sebagai Jalan Utama
Diplomasi bilateral menjadi andalan pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan sengketa Blok Ambalat.

Melalui pertemuan dari tingkat dirjen hingga menteri, kedua negara berupaya meredam ketegangan melalui dialog konstruktif.

Pembentukan tim teknis dan kerja sama berbasis hukum internasional, seperti UNCLOS, menjadi fondasi untuk mencapai penyelesaian damai.

Meski ASEAN tidak menjadi mediator langsung, prinsip ASEAN Way berperan sebagai penahan eskalasi, menjaga konflik tetap terkendali.

Pendekatan ini terbukti efektif mencegah sengketa berkembang menjadi konflik terbuka, berbeda dengan kasus lain di kawasan yang lebih sensitif.

Bagaimana dengan Konfrontasi?
Langkah-langkah konfrontatif seperti penguatan militer atau blokade laut memiliki risiko besar secara politik, ekonomi, dan citra diplomasi Indonesia.

Sejumlah pihak menilai diplomasi jauh lebih bijak dibanding konfrontasi militer, mengingat pengalaman pahit seperti kasus Sipadan dan Ligitan yang berakhir merugikan Indonesia.

Jika dialog bilateral tidak membuahkan hasil, jalur hukum internasional melalui arbitrase atau Mahkamah Internasional tetap terbuka.

Alternatif lain yang bersifat win-win adalah membentuk zona eksplorasi bersama, sehingga potensi sumber daya migas di Blok Ambalat dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

nasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.