Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Sikapi Sengketa Blok Ambalat, Diplomasi atau Konfrontasi?

Nasional,

Sikapi Sengketa Blok Ambalat, Diplomasi atau Konfrontasi?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 16:12
Berita satu.com
Sengketa Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia, meski bukan isu baru, terus menjadi sorotan di tengah ketegangan geopolitik kawasan.

Pemerintah Indonesia dihadapkan pada dua pilihan besar, menghadapi lewat konfrontasi atau meredam melalui diplomasi aktif.

Kedua pilihan tersebut menentukan apakah Sabang sampai Merauke tetap damai atau berpotensi menjadi medan persengketaan terbuka. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ulasannya:

Rekam Jejak Sengketa Blok Ambalat

Sengketa Blok Ambalat sejatinya bermula pada 1969, ketika Indonesia dan Malaysia melakukan survei dasar laut untuk menetapkan batas landas kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Hasil survei melahirkan Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969 dan diratifikasi di tahun yang sama, mengakui Blok Ambalat sebagai bagian sah wilayah Indonesia.

Namun, pada 1979 Malaysia menerbitkan peta baru yang memasukkan Blok Ambalat ke dalam teritorialnya, memicu penolakan keras dari Indonesia serta negara lain seperti Filipina, Singapura, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.

Ketegangan semakin meningkat setelah penangkapan nelayan Indonesia di perairan yang diklaim Malaysia, serta pembagian wilayah klaim menjadi Blok Y (ND6) dan Blok Z (ND7).

Pemberian konsesi minyak di kedua blok tersebut kepada Shell pada 16 Februari 2005 memperburuk hubungan, disusul laporan masuknya kapal patroli Malaysia ke perairan Indonesia.

Meski demikian, hingga kini kedua negara masih mengandalkan perundingan bilateral untuk meredakan eskalasi, tanpa membawa sengketa ini ke Mahkamah Internasional atau jalur arbitrase formal.

Diplomasi Bilateral sebagai Jalan Utama
Diplomasi bilateral menjadi andalan pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan sengketa Blok Ambalat.

Melalui pertemuan dari tingkat dirjen hingga menteri, kedua negara berupaya meredam ketegangan melalui dialog konstruktif.

Pembentukan tim teknis dan kerja sama berbasis hukum internasional, seperti UNCLOS, menjadi fondasi untuk mencapai penyelesaian damai.

Meski ASEAN tidak menjadi mediator langsung, prinsip ASEAN Way berperan sebagai penahan eskalasi, menjaga konflik tetap terkendali.

Pendekatan ini terbukti efektif mencegah sengketa berkembang menjadi konflik terbuka, berbeda dengan kasus lain di kawasan yang lebih sensitif.

Bagaimana dengan Konfrontasi?
Langkah-langkah konfrontatif seperti penguatan militer atau blokade laut memiliki risiko besar secara politik, ekonomi, dan citra diplomasi Indonesia.

Sejumlah pihak menilai diplomasi jauh lebih bijak dibanding konfrontasi militer, mengingat pengalaman pahit seperti kasus Sipadan dan Ligitan yang berakhir merugikan Indonesia.

Jika dialog bilateral tidak membuahkan hasil, jalur hukum internasional melalui arbitrase atau Mahkamah Internasional tetap terbuka.

Alternatif lain yang bersifat win-win adalah membentuk zona eksplorasi bersama, sehingga potensi sumber daya migas di Blok Ambalat dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

nasional
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jun 2026 11:47

    Polres Indragiri Hulu Gelar Bakti Sosial HUT Bhayangkara Ke-80

    Rengat-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan semba

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Senin, 01 Jun 2026 18:53

    Panglima TNI Hadiri Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.