Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Soal Poros Kertanegara-Teuku Umar, Poyuono: Jangan Anggap Enteng SBY

Nasional

Soal Poros Kertanegara-Teuku Umar, Poyuono: Jangan Anggap Enteng SBY

Sabtu, 10 Agu 2019 16:49
Detik.com
Waketum Gerindra Arief Poyuono
JAKARTA - Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono bicara kekuatan politik terkait isu terbentuknya poros Teuku Umar dan Kertanegara. Poyuono menyebut ada sejumlah pihak yang bakal kurang bahagia dengan terwujudnya poros tersebut.

"Bisa menyebabkan terbentuknya poros baru yang kurang begitu happy dengan pertemuan poros kertanegara dan Teuku Umar. Jika poros baru terbentuk dari 7 parpol di luar PDIP dan Gerindra maka mereka bisa melakukan posisi tawar yang lebih besar dan kuat kepada Joko Widodo nantinya dan poros Teuku Umar-Kertanegara bisa berantakan," kata Poyuono kepada wartawan, Sabtu (10/8/2019).

Poyuono mengatakan ketujuh parpol bisa saja mengancam untuk berada di luar pemerintahan. Menurut dia, ketujuh parpol itu mempunyai hubungan yang baik satu sama lain.

"Misal SBY dengan Surya Paloh juga dekat, SBY dengan Muhaimin juga dekat, SBY dengan Golkar juga dekat begitu juga dengan yang lainnya," ujar Poyuono.

Poyuono lantas menyinggung kekuatan tiga jenderal yang disebutnya sebagai pengatur kekuasaan di Indonesia. Ketiga jenderal itu adalah Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.

"Belum lagi SBY dengan di luar kekuatan parpol pun juga punya kedekatan misal SBY-LBP- Hendropriyono yang bisa disebut three musketeers general pengatur kekuasaan di republik ini," ujar dia.

Menurut Poyuono, SBY tidak bisa dianggap remeh meskipun sudah tidak menjabat sebagai presiden. Konstelasi politik disebut Poyuono bisa berubah jika SBY sudah bangun dari kesedihannya.

"Jangan anggap enteng SBY loh. Kalau sudah bangun dari kesedihannya dan melakukan kondolidasi politik maka peta politik bisa berubah semua. Jadi ini harus jadi pertimbangan juga loh dan tidak boleh terlena. Apalagi Joko Widodo sangat membutuhkan dukungan politik penuh untuk menuntaskan program-program agar sukses di periode kedua," tuturnya.


(Detik.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.